
Jangan Hianati Kampung Halaman

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Wakil Bupati Kabupaten Bantaeng HA Asli Mustadjab minta kepada semua komponen masyarakat, termasuk para elit untuk tidak menghianati kampung halaman.
"Janganlah kita menghianati perkembangan di kampung kita. Mari kita mensyukuri pembangunan yang sedang digalakkan pemerintah," pintanya ketika membuka Ekspose Hasil Survei Pelayanan Publik dan Hasil Kegiatan Program Kerjasama Pemkab - Access AusAid - Yasko di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, Sabtu.
Menurut Asli Mustadjab, sangat ironi bila orang lain memuji kita, tapi ternyata kita sendiri tidak menghargai dan mensyukuri pembangunan yang sedang kita galakkan tersebut, tambahnya.
Daerah lain, termasuk tetangga kita angkat jempol terhadap kepemimpinan Bupati Nurdin Abdullah dan perkembangan yang terjadi di daerah ini. Kenapa kita tidak mengakuinya, tuturnya lagi.
Ia kemudian mengemukakan kerja keras Bupati Bantaeng bersama jajarannya dalam membangun daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini, dan kita sudah rasakan manfaatnya.
Karena itu, Mustadjab berharap masyarakat Bantaeng dapat mensyukuri pembangunan yang sedang berjalan tersebut. "Jangan mementingkan kepentingan sesaat yang justru akan menguras pikiran," urainya.
Ia berharap, adanya pemahaman yang riil dan standar terhadap pelayanan daerah melalui lembaga mitra Pemda seperti Access dan Yayasan Karaeng Opu (Yasko).
Kedua lembaga tersebut melakukan ekspose hasil survei pelayanan publik dan hasil kegiatan program kerjasama segitiga Pemkab, Access AusAid dan Yasko. Survei dilakukan terhadap 24 desa/kelurahan.
Dari jumlah sampel tersebut, survei bidang kesehatan dilakukan terhadap sembilan Puskesmas yang tersebar pada delapan kecamatan. Sisanya, dilakukan terhadap pelayanan umum di desa/kelurahan, terang Ketua Yasko, Arasy Pakkanna.
Lembaga ini juga akan memperjuangkan pelaksanaan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pelayanan Publik agar dapat dijadikan Perda oleh wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bantaeng, terang Arasy Pakkanna yang juga mantan anggota DPRD Bantaeng itu.
Menurut Arasy, program kerjasama ini diwujudkan dalam bentuk Pusat Pengaduan Pelayanan Publik yang dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan.
Koordinator Acces AusAid Bantaeng, Nur Fajri mengatakan, program kemitraan ini merupakan wujud dari keinginan untuk membantu Pemda memberikan pelayanan publik yang standar.
Access bersama Pemda Bantaeng bahkan sudah berkontribusi dalam bentuk pendanaan dimana Access sebesar Rp1,3 miliar dan kerjasama lanjutannya bernilai Rp2 miliar, namun kerjasama tersebut juga termasuk dengan Yajalindo dan Jaring Mas.
Nur Fajri mengingatkan, survei layanan publik ini tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat (kader desa cerdas yang memiliki dokumen layanan desa) serta mencegah kemungkinan adanya tanggapan keliru terhadap pelayanan publik akibat akses informasi yang kurang. (T.pso-102/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
