
Harga ikan di Makassar melonjak karena nelayan enggan melaut

Makassar (ANTARA) - Harga berbagai jenis ikan di Pasar Cambaya, Kelurahan Tetebatu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, melonjak karena nelayan enggan melaut akibat gelombang laut cukup tinggi sejak beberapa hari terakhir ini.
Irwansyah Dg. Tola, salah satu pedagang ikan di Pasar Cambaya, Senin (27/7), mengatakan harga ikan mulai mengalami kenaikan sejak dua bulan terakhir, dan terjadi lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir ini terkait perubahan cuaca di perairan Sulawesi Selatan.
"Harga ikan mulai naik sudah dua bulan terakhir ini, karena gelombang air laut tinggi ki, apalagi kalau singara bulang (terang bulan) susah dapat ikan baru stok ikan juga semakin terbatas ki," ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa biasanya harga ikan hanya berkisar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per kumpul. Kini dijual dengan harga Rp30 ribu sampai Rp50 ribu per kumpul.
Ikan jenis lainnya juga mengalami kenaikan harga, yang kenaikannya berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp30 ribu dari harga sebelumnya.

Sementara itu, Takwin Nur Karim, pedagang di Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, juga menyebut harga ikan melonjak akibat cuaca buruk atau sedang terang bulan.
Takwin dan nelayan lainnya secara turun-temurun beranggapan bahwa jika terlihat bulan yang sinarnya terang (terang bulan) itu menandakan sedang terjadi perubahan suhu permukaan laut yang memicu tinggi gelombang, sehingga para nelayan enggan melaut.
Ia juga menyebutkan harga ikan yang dikemas dalam styrofoam box dulunya dijual Rp250 ribu per unit, namun kini harga jual melonjak menjadi Rp400 ribu per unit.
Pedagang ikan styrofoam box mengambil untung sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per styrofoam box.
Sedangkan Mainem (46), salah seorang pembeli, mengaku kecewa dengan harga ikan yang semakin mahal.
"Itu harga ikan di pasar mahal sekali, kalau saya tidak beli, nanti anak- anak ku tidak makan ikan," katanya.
Versi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) Makassar, tinggi gelombang di sejumlah daerah di Indonesia dalam sepekan terakhir ini, termasuk di Selat Makasar bagian Selatan berkisar antara 1,25 meter hingga 2,5 meter, yang berbahaya bagi nelayan dan kapal tongkang.
Potensi cuaca buruk yang berakibat gelombang tinggi dapat terjadi hingga sepekan ke depan. (*/mhs magang)
Pewarta : Nur Hasmah
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
