
Stok Daging Sulbar Aman Hadapi Idul Adha

Mamuju (ANTARA News) - Stok kebutuhan daging hewan ternak di Provinsi Sulawesi Barat dinyatakan aman untuk menghadapi hari raya Idul Adha 1431 Hijriah tahun 2010.
"Stok kebutuhan daging hewan ternak di Sulbar, khususnya di Mamuju menjelang hari qurban diperkirakan aman, mengingat tingkat populasi ternak selama ini melebihi dari tingkat kebutuhan masyarakat," kata Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Vetesrum Dinas Pertanian dan Peternakan Sulbar, Susanna Mutiara di Mamuju, Selasa.
Menurutnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya dalam menghadapi hari raya Qurban, tingkat kebutuhan daging hewan ternak tidak pernah mengalami kekurangan.
Justeru, kata dia, ternak hewan Sulbar banyak dipasarkan ke beberapa provinsi tetangga seperti ke Kalimantan Timur maupun daerah lainnya.
"Alhamdulillah, selama ini kita tidak pernah merasa kekurangan stok daging, bahkan kita telah mampu berswasembada daging dalam beberapa tahun terakhir ini," jelasnya.
Ia mengatakan, masyarakat pengkonsumsi daging ternak hewan di Sulbar bisa dibilang masih minim atau tidak rutin seperti kondisi kota-kota besar di Indonesia.
"Kalau kita di Sulbar, mungkin konsumsi daging hanya rutin dilakukan oleh usaha perhotelan maupun rumah makan. Untuk kebutuhan masyarakat masih sangat kurang yang hanya dibutuhkan dalam waktu-waktu tertentu," paparnya.
Oleh karena itu, dalam menghadapi hari raya Idul Adha mendatang dinas tersebut telah memperkirakan stok kebutuhan masyarakat akan daging hewan ternak di lima kabupaten setempat akan mencukupi.
Dia menjelaskan, untuk saat ini ketersediaan ternak pada hari qurban tahun 2010, untuk sapi potong populasinya mencapai 138,546 ekor domba atau kambing 242,810 ekor, ayam ras 8.660 ekor, ayam buras atau itik 7.055 ekor.
Ia mengemukakan, saat ini pihaknya mulai mempersiapkan tim untuk memberikan pelayanan melalui UPTD di tiap-tiap kecamatan yang terdapat di lima kabupatenn di Sulbar untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak yang akan diqurbankan masyarakat.
"Kita sedang mempersiapkan tim pemeriksaaan kesehatan hewan ternak yang akan diqurbankan. Itu kita lakukan untuk memastikan bahwa hewan ternak dimaksud sehat dan baik dikonsumsi masyarakat," paparnya.
Selain itu, ungkap Susanna, kegiatan itu juga sebagai upaya mengantisipasi beredarnya hewan ternak yang terjangkit penyakit seperti antrak dan berbagai jenis penyakit hewan lainnya.
Dalam pengawasan kesehatan, pihaknya tidak hanya melakukan pengawasan di UPTD saja, namun juga akan terjun langsung ke pasar ataupun ke penjualan ternak.
Karena itu, Susanna mengimbau kepada masyarakat yang masih ragu akan kesehatan hewan ternak yang hendak diqurbankan serta ingin memastikan kondisi kesehatan hewan dimaksud untuk dapat mendaftar melalalui UPTD di kecamatan masing-masing.
"Jika masyarakat ragu akan kesehatan hewan yang hendak diqurbankan, silahkan mendatangi UPTD Disnakeswan di kecamatan masing-masing. Di sana nanti akan langsung dilakukan pengecekan oleh para petugas yang memang memahami di bidang itu," sarannya.
(T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
