Logo Header Antaranews Makassar

Geografi Hambat Penggunaan E-Gov di KTI

Sabtu, 7 Februari 2009 16:20 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Letak geografi KTI yang terdiri atas pulau-pulau dan wilayah terpencil, menghambat penggunaan Electronic Goverment (E-Gov) yakni jaringan telekomunikasi canggih Next Generelation Netwoork (NGN) melalui sistem "triple play" yang terintegrasi suara, voice, vidio, dan data.
"PT Telkom secara bertahap mengembangkan sistem komunikasi yang memanfaatkan layanan yang terdiri atas suara, gambar dan data sekaligus dalam waktu bersamaan pada 2009, namun di KTI pelaksanaannya akan mengalami kendala karena terbentur letak geografi," kata EGM Telkom KTI, Elvizar KH di Makassar, Sabtu.

Menurut Elvizar, meski terkendala dengan letak geografi, namun pihaknya telah melakukan langkah awal dengan meluncurkan program layanan E-Gov ini bekerjasama pemerintah provinsi dan seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang diresmikan Menkominfo Muhammad Nuh melalui pembicaraan dengan Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu'mang di Makassar.

Sebelumnya, Direktur Konsumer Telkom, I Nyoman Wiryanata mengatakan, dengan sistem layanan telekomunikasi E-Gov, pejabat dimana pun berada tetap bisa bekerja dan mamantau staf karena layanan telekomunikasi canggih triple play ini bisa menampilkan voice, vidio dan data dalam waktu bersamaan, sehingga lawan bicara bisa diketahui keberadaannya.

Elvizar mengatakan, meski penuh dengan tentangan, namun pihaknya tetap berusaha mengembangkan E-Gov di wilayah kerjanya yang meliputi 13 provinsi di KTI secara bertahap pada 2009..

"Kami akan berjuang agar pada 2010 seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di kawasan ini sudah memanfaatkan E-Gov sesuai target nasional yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Informasi, katanya.

Sebelum Menkominfo meluncurkan layanan telekomunikasi canggih triple play ini, lembaga pemerintahan di Sulsel yang telah memanfaatkan yakni pemerintah provinsi Sulsel, Kota Makassar dan Takalar. (T.S016/F003)