Logo Header Antaranews Makassar

Pertumbuhan BPR Melambat di Sulsel

Senin, 15 November 2010 14:42 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pertumbuhan Bank Perkreditan Rakyat di Sulawesi Selatan masih belum optimal menyusul ketatnya persyaratan pembukaan kantor cabang dari perwakilan Bank Indonesia di Makassar.

Menurut Ketua DPD Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) Sulsel, Arwansyah, saat di temui di Makassar, Senin, ketatnya persyaratan peraturan Bank Indonesia telah menyebabkan pertumbuhan BPR di provinsi Sulsel dan Sulawesi Barat melambat.

"Pertumbuhan BPR di sini tidak sama dengan kondisi BPR di pulau Jawa dan Bali yang pertumbuhannya sangat cepat," kata dia.

Dikatakannya, pembukaan kantor cabang BPR maupun pusat di Sulsel diperlakukan berbeda dengan perkembangan bank-bank umum.

"Permintaan pembukaan kantor Bank Umum sangat cepat di respon, jika dibandingkan permintaan BPR. Kami tidak tahu pertimbangan BI disini seperti apa," keluhnya.

Padahal, kata dia, pertumbuhan kredit maupun dana pihak ketiga (DPK) bank perkreditan rakyat masih jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan pertumbuhan bank umum di Sulsel.

"Hal ini bisa dilihat dari porsentase pertumbuhan penyaluran kredit dan dana masyarakat BPR dan Bank Umum periode saat ini," kata dia.

Menurut data Kantor BI Makassar, penyaluran kredit di Sulsel posisi Agustus 2010 mencapai Rp 40,3 triliun, khusus kredit BPR tumbuh sebesar 25,83 persen sedangkan bank umum hanya 20,40 persen.

Dia mengharapkan, BI Makassar tidak hanya mendorong BPR mengembangkan jaringan pelayanan di sejumlah kabupaten/kota di Sulsel, tetapi bisa memberikan kesempatan pelaku usaha BPR mengembangkan jaringan usaha di daerah.

Menurut data Perbarindo Sulsel, total BPR umum dan syariah di Sulsel hingga Sulawesi Barat mencapai 29 unit dan hanya menjangkau di 11 kabupaten/kota dari total 24 kabupaten/kota di Sulsel dan lima kabupaten/kota di Sulawesi Barat.

"Bagaimana kami mau bertumbuh, jika pembukaan unit pelayanan di daerah di perketat. Padahal, BPR memiliki peranan yang cukup pentig di daerah," ungkap dia. (T.KR-HK/A027)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026