Logo Header Antaranews Makassar

Pasokan Terhambat, Harga Beras di Sulteng Melonjak

Rabu, 11 Februari 2009 06:25 WIB
Image Print

Palu (ANTARA Sulsel) - Harga beras di pasar tradisional di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) pekan terakhir ini melonjak, akibat pasokan beras dari sentra produksi terhambat karena jalur transportasi darat dari dan ke Buol rusak parah.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat, Ibrahim Rasyid, Rabu, mengatakan, harga beras di pasar saat ini mencapai Rp7.500/kg, naik dari sebelumnya Rp5.000/kg.

Menurut dia, kenaikkan harga beras itu karena stok berkurang, sementara permintaan cenderung meningkat.

Berkurangnya stok beras itu dikarenakan arus pasok ke pasar tidak lancar."Sudah seminggu terakhir ini pasokan beras dari Kabupaten Tolitoli, daerah tetangga Buol terhenti baik lewat jalur darat maun laut," katanya.

Jalur transportasi darat terhambat, sebab sejumlah badan jalan dari dan ke Buol longsor. Begitu pula angkutan beras melalui jalur laut dari Kabupaten Tolitoli yang selama ini sebagai daerah penyangga beras kebutuhan masyarakat di Buol juga terhambat gelombang laut cukup besar.

Sementara di satu sisi, produksi beras yang dihasilkan para petani di Kabupaten yang terletak paling utara Sulteng dan berdekatan langsung dengan Provinsi Gorontalo itu belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat setempat.

"Kami hingga kini masih sangat bergantung pasokan beras dari luar, khususnya Tolitoli," ujarnya.

Namun demikian, masyarakat di Kabupaten Buol masih memiliki makanan pengganti yaitu sagu. Sagu masih merupakan makanan alternatif masyarakat saat kekurangan beras.

Sementara harga beras di Palu juga mengalami kenaikkan cukup signifikan. harga beras di PIT (Pasar Induk Tradisional) Masomba saat ini berkisar Rp5.000 hingga Rp5.400/kg, sesuai jenis dan kualitasnya.

Sebelumnya, harga beras dijual para pedagang berkisar Rp4.800-Rp5.000/kg.

"Kenaikkan harga beras di pasar, khususnya di Palu, dikarenakan harga ditingkat produsen (penggilingan padi) naik," kata Ny Munir, seorang pedagang beras di kawasan PIT itu.

Ia mencontohkan, harga beras ditingkat produsen (penggilingan padi) sebelumnya Rp150 ribu/karung (isi 50kg). Kini naik menjadi Rp180 ribu/karung. Bahkan ada yang menjual dengan harga Rp200 ribu/karung.

Kemungkinan besar, naiknya harga beras ditingkat produsen, erat kaitanya dengan HPP beras naik dari Rp4.300, menjadi Rp4.600/kg.
(T.BKO3/C001)