Logo Header Antaranews Makassar

Pemadaman Bergilir di Palu Masih Berlanjut

Senin, 16 Februari 2009 04:50 WIB
Image Print

Palu (ANTARA Sulsel) - Program pemadaman bergilir aliran listrik sistem Palu di Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga kini masih terus berlanjut, menyusul dua dari 10 unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) tengah menjalani overhaul.

Dua mesin pembangkit listrik yang tidak beroperasi dan sedang dalam masa perbaikan oleh tim tehnisi PLTN itu adalah unit VI dengan kapasitas daya terpasang 1,3 MW, dan unit VIII dengan kapasitas 4,5 MW, kata Petrus, staf Humas PT PLN Cabang Palu, Senin.

Sementara mesin PLTD unit IX yang juga sebelumnya menjalani masa pemeliharaan rutin, sudah beroperasi kembali memperkuat pasokan daya untuk sistem Palu sejak Sabtu (14/2) pekan lalu.

Akibat tidak beroperasinya kedua unit mesin pembangkit tersebut, makin memperpanjang masa pemadaman bergilir aliran listrik di ibukota Provinsi Sulteng yang sudah berlangsung lebih dari sebulan.

Kondisi mesin pembangkit yang ada di Silae yang selama ini memasok daya untuk kebutuhan rumah tangga, perkantoran, bisnis dan industri di kota itu memang sudah tidak bisa diandalkan lagi, sebab kemampuan menurun drastis karena faktor usia.

Rata-rata mesin pembangkit utama milik PLN tersebut sudah beroperasi di atas 20 tahun sehingga kemampuannya berkurang. Lagi pula sangat rawan gangguan. "Ya namanya mesin tua, otomatis sering rusak," katanya.

PLN Cabang Palu pada tahun ini akan mendapat tambahan mesin pembangkit lima unit dengan kapasitas masing-masing lima MW (total daya 25 MW).

Menurut dia, jika tambahan mesin pembangkit 25 MW dimaksud terealisasi, paling tidak bisa mengatasi krisis daya listrik dalam janga waktu beberapa tahun kedepan.

Sistem Palu selain mengandalkan mesin-mesin PLTD milik PLN, juga mendapat pasokan daya listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dikelolah PT Pusaka Jaya Palu Power (PJPP). Jika kedua mesin PLTU dengan daya terpasang 30 MW tersebut beroperasi normal, mampu mensuplai daya untuk sistem Palu berkisar 20-25 MW.

Sebenarnya, krisis listrik tidak terjadi jika semua mesin pembangkit beroperasi normal, sebab daya yang dihasilkan melebihi beban puncak. Beban puncak pemakaian daya listrik sistem Palu pada malam hari berjkisar 46-47 MW, sementara total produksi daya yang dihasilkan PLTU dan PLTD lebih 50 MW.

Namun lebih dari sebulan terakhir ini, pasokan daya listrik sistem Palu dari PLTU dan PLTD mengalami defisit 8-10 MW sehingga PLN memberlakukan pemadaman bergilir secara merata pada siang dan malam hari.

Sementara General Manager (GM) PT PJPP Palu Slamet V Panggaben secara terpisah menjamin stok batu bara masih cukup memadai. "Soal stok batu bara tidak ada masalah. Begitu mulai menipis, langsung memintah tambahan pasokan dari Kaltim," katanya.

Ia tidak merinci, kecuali mengatakan, PLTU membutuhkan stok batu bara per hari berkisar 400-500 ton. Sepanjang stok batu bara tersedia, dua unit PLTU masing-masing berkapasitas 15 MW itu tetap beroperasi normal mensuplai daya listrik ke PLN.
(T.BK03/A023)