
Sulbar Kekurangan Dokter Spesialis

Mamuju (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Barat masih kekurangan tenaga medis seperti dokter spesialis karena jumlahnya sangat kurang dalam rangka memberikan pelayanan medis secara maksimal kepada masyarakat.
"Kurangnya tenaga medis di Sulbar merupakan salah satu penghambat peningkatan pelayanan medis di daerah itu sehingga indek pembangunan kesehatan manusia (IPKM) Sulbar masih rendah," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, Ahmad Azis di Mamuju, Jumat.
Ia mengatakan, IPKM di Sulbar masih rendah karena nilainya hanya sekitar 67 jauh dibawah dibandingkan IPKM secara nasional yang nilainya sekitar 70.
Oleh karena itu, ia mengatakan, pemerintah di Sulbar telah melakukan upaya peningkatan jumlah tenaga medis hingga menjadi 90 orang tahun 2010.
Tenaga medis itu ditempatkan tersebar disejumlah rumah sakit yang ada di lima Kabupaten diSulbar diantaranya Kabupaten Polman Mamuju, Majene, Mamuju Utara dan Mamasa.
Menurut dia, pemerintah di Sulbar telah berupaya untuk meningkatan kompetensi tenaga dokter spesialis yang dimilikinya dengan menyekolahkannya disejumlah daerah diluar Sulbar.
"Dinkes Sulbar memprogramkan tugas belajar dokter spesialis itu di luar daerah seperti di Kampus Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, serta di kampus Universitas Gajah Mada Daerah Istimewa Yogyakarta,"katanya.
Ia mengatakan, sebanyak 90 orang dokter spesialis yang disekolahkan itu diberikan bantuan pemerintah di Sulbar melalui dana APBD.
"Masing masing dokter spesialis itu diberikan bantuan anggaran masing masing sekitar Rp250 juta perorang melalui APBD anggaran yang diberikan itu akan digunakan mereka menyelesaikan tugas belajarnya,"katanya.
Ia berharap, program tersebut dapat lebih memaksimalkan pelayanan medis kepada masyarakat yang membutuhkan di Sulbar. (T.KR-MFH/F002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
