
Jalan Lariang Matra Kembali Terancam Putus

Mamuju (ANTARA News) - Jalan di Desa Lariang Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, sekitar sekitar 100 kilometer dari Kota Mamuju, kembali terancam putus karena banjir akibat hujan deras terus menghantam sisi jalan yang baru saja diperbaiki itu.
Pemantauan ANTARA di Mamuju, Jumat, menunjukkan separuh badan jalan Desa Lariang sepanjang 500 meter yang merupakan jalur trans sulawesi kembali terancam putus akibat dikikis banjir dari Sungai Lariang karena hujan deras yang terus terjadi sejak sepekan terkahir.
Jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Mamuju ibukota Provinsi Sulawesi Barat dan Mamuju Utara yang baru saja diperbaiki pemerintah itu melalui balai pemeliharaan jalan dan jembatan wilayah IV Makassar terancam putus, karena bangunan bronjong turap serta timbunan batu yang dibangun secara berlapis dan berfungsi menahan kikisan sungai Lariang, tidak kuat.
"Bronjong turap, serta timbunan batu yang dibangun balai pemeliharaan jalan dan jembatan wilayah IV Makassar tidak kuat sehingga hanyut dan tidak mampu menahan laju derasnya arus banjir dari sungai Lariang sehingga sebagian badan jalan di Lariang itu kembali terkikis,"kata Saenal salah seorang warga di wilayah itu.
Ia mengatakan, kondisi jalan di sungai Lariang yang sebelumnya juga nyaris putus sejak bulan Juni tahun 2010 kembali seperti semula yakni terancam putus setelah bangunan penahan air sungai yang dibangun pemerintah nyaris putus.
"Pada bulan Juli tahun 2010, sekitar satu setengah meter jalan Laring dikikis banjir sehingga kendaraan harus satu arah saja melewati jalan itu dan harus melakukan antrian serta harus berhati-hati jangan sampai jatuh kesungai Lariang,"katanya.
Menurut dia, kondisi itu akan kembali terjadi jika pemerintah tidak segera memberikan perhatian terhadap hanyutnya bangunan penahan banjir di jalan itu, sehingga hal itu tidak boleh dibiarkan.
"Kalau pemerintah lengah dan tidak segera memberikan perhatian terhadap jalan itu, bisa bisa dalam waktu yang tidak lama jalan trans sulawesi di Desa Lariang ini putus total dan akan menyulitkan masyarakat menjalankan roda ekonominya,"katanya.
Oleh karena itu ia berharap agar pemerintah segera memperbaiki kembali jalan itu sebelum benar benar mengalami putus total apalagi musim hujan yang menjadi pemicu banjir sungai Lariang terus terjadi.(T.KR-MFH/Y006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
