Logo Header Antaranews Makassar

Pasien RS Labuang Baji Makassar Melonjak

Sabtu, 5 Februari 2011 03:44 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Jumlah pasien yang masuk di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar, melonjak empat kali lipat dalam dua tahun terakhir dari sekitar 100 pasien per hari pada 2008 menjadi 400 pasien setiap hari tahun 2010.

Direktur utama Rumah Sakit (RS) Labuang Baji, Bambang Arya di Makassar, Jumat, mengatakan, lonjakan tersebut dipicu program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tentang penyelenggaraan kesehatan gratis yang mulai diberlakukan 2008.

Program tersebut menunjuk RS Labuang Baji sebagai pusat rujukan untuk wilayah Kota Makassar bagian selatan, serta Kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto.

Menurut dia, saat ini RS Labuang Baji wajib melayani semua pasien gawat darurat termasuk yang tidak memiliki kartu identitas, namun diberikan kesempatan kepada keluarganya untuk melengkapi selama satu kali 24 jam.

Di samping itu, ada penambahan 200 tempat tidur pasien dari 435 khusus untuk raung perawatan kelas III yang diperuntukkan bagi pengguna kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).

Kalau pun pasien untuk tempat tidur di perawatan kelas III membludak atau melebihi kapasitas, Bambang mengatakan, pasien diarahkan ke ruang perawatan kelas II yang bisanya ditempati pengguna kartu asuransi kesehatan (Askes), tanpa perlu membayar selisih harga.

Pada 2010, RS Labuang Bali mendapatkan anggaran Rp6 miliar dari APBN dan Rp3 miliar pada 2011 semua untuk pengadaan alat kesehatan, sementara dari APBD Sulsel diprioritaskan untuk pembangunan gedung dan sarana lainnya, serta program peningkatan keahlian tenaga perawat.

Dari segi pendapatan, RS yang terletak di Jalan Ratulangi ini mengalami kenaikan setiap tahun yakni Rp13 miliar di 2008, pada 2009 sebesar Rp28 miliar, 2010 sebesar Rp29 miliar, dan ditargetkan Rp32 miliar di 2011.

Akhir 2010, RS Labuang baji juga ditingkatkan statusnya dari RS tipe menjadi RS tipe B.
Selama ini, dari enam RS regional yang menjadi pusat rujukan di Sulsel, RS Labuang Baji paling sering mendapat sorotan dalam hal pelayanan.

Lima RS regional lainnya terdiri atas RSUD Daya untuk melayani rujukan Kota Makassar bagian utara, Kabupaten Pangkep, Maros dan Barru. RSUD A Sultan Dg Raja Bulukumba melayani rujukan, Kabupaten Bulukumba, Bantaeng, Sinjai, Selayar.

Selanjutnya RSUD Sawerigading Palopo, sebagai pusat rujukan untuk Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja dan Toraja Utara. Untuk RSUD Tenriawaru Bone melayani rujukan dari Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo.

Sementara untuk RSUD Andi Makkasau Parepare, melayani rujukan, Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Enrekang, dan Sidrap. (T.KR-AAT/Z002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026