
WARGA TALAUD PESIMIS HARGA BBM TURUN

Manado, 7/11 (ANTARA) - Sejumlah warga di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) mengaku pesimis dengan turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp500, seiring turunnya harga minyak mentah dunia.
Sebelum BBM naik pada awal tahun 2008 lalu, harga BBM di Talaud sudah mencapai Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per liter, kata anggota DPRD Sulut dari daerah pemilihan Talaud, Olden Waloni, Jumat di Manado.
Menurutnya, harga BBM sangat sulit untuk turun dengan harga normal di Talaud, karena kelangkaan sering terjadi akibat suplai dari Pertamina sering terlambat.
Personil Fraksi PDIP DPRD Sulut itu meminta pemerintah dan Pertamina, sebaiknya membangun depot BBM khusus di Talaud, sehingga kebutuhan minyak tersebut bisa diatasi dan diterima dengan baik oleh masyarakat.
Tokoh generasi muda Talaud, Tonny Lamagari mengatakan, Talaud sangat perlu juga dibangun Stasiun pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), guna membantu kelangkaan BBM di daerah itu.
Akibat SPBU hanya terbatas di salah satu tempat, menyebabkan harga BBM jenis premiun, solar serta minyak tanah dijual diatas harga normal, serta dugaan kuat adanya permainan pihak pengusaha, katanya, sambil mengatakan rencana penurunan harga BBM berlaku 1 Desember 2008 tidak akan mempengaruhi kondisi masyarakat Talaud. ***2***
(T.H013/C/B012/B012) 07-11-2008 08:45:02
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
