
BPS : Lima kota di Sulsel alami inflasi

Makassar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis tingkat inflasi bulanan dari gabungan lima kota di provinsi ini yakni di angka 0,33 persen dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,68 menjadi 106,03 pada Februari 2021.
Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah di Makassar, Senin, mengatakan, dari lima kota IHK di Sulsel, semuanya mengalami inflasi dan tertinggi Watampone sebesar 0,53 persen dan terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 0,11 persen.
Yos Rusdiansyah mengatakan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,84 persen.
Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,17 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,08 persen; kelompok perlengkapan peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,24 persen.
Kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen; kelompok transportasi sebesar 0,21 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.
Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,03 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,10 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,12 persen.
"Inflasi berdasarkan daerah sampelnya itu yang tertinggi pertama Watampone 0,53 persen, kemudian Makassar 0,34 persen, Parepare 0,31 persen, Bulukumba 0,24 persen dan Palopo 0,11 persen," katanya.
Yos menyebutkan, tingkat inflasi tahun kalender sebesar 0,62 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2021 terhadap Februari 2020) sebesar 2,04 persen.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
