Logo Header Antaranews Makassar

Nilai Ekspor Kakao Sulsel Turun

Senin, 2 Maret 2009 11:33 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Nilai ekspor kakao Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) hanya 4,9 juta dolar AS pada Januari 2009, turun jika dibandingkan pada Desember 2008 yang mencapai 38,9 juta dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Bambang Suprijanto mengatakan di Makassar, Senin, anjloknya nilai eskpor tersebut karena produksi petani kakao Sulsel turun saat memasuki musim tanam ulang pasca panen.

Ia menambahkan, selain masalah tersebut, penurunan produksi juga disebabkan rendahnya nilai jual kakao di pasaran internasional yang terpaut jauh di bawah biaya produksi petani.

"Pupuk langka juga menjadi masalah bagi petani di Sulsel," katanya.

Dijelaskannya, pada Januari 2009, tujuh negara tujuan ekspor kakao adalah Amerika serikat, Malaysia, Singapura, Jerman, Prancis, Ukraina dan Rusia.

Nilai ekspor pada ketujuh negara tersebut hanya mencapai 4,9 juta dolar AS, menyumbangkan kontribusi sebesar 21,57 persen dari total nilai ekspor 10 kelompok komoditi Sulsel.

Secara umum, jelas Bambang, nilai ekspor Sulsel pada Januari 2009 turun 102,2 juta dolar AS atau sekitar 81,73 persen bila dibanding nilai ekspor Desember 2008.

Penurunan ekspor itu terjadi pada sembilan kelompok komoditi dari 10 kelompok komoditi utama yakni, nikel, kakao, ikan, udang, kayu, biji-bijian berminyak, garam, rempah-rempah, karet dan buah-buahan.

Penurunan yang sangat tinggi terjadi pada dua komoditas andalan Sulsel yakni nikel dan kakao. Sementara komoditi yang mengalami peningkatan ekspor, yakni benda dari batu, gips dan semen yang pada Januari 2009 mencapai 0,135 juta dolar AS.

Bambang mengatakan, tiga negara tujuan ekspor Sulsel terbesar masing-masing, Jepang sebesar 5,38 juta dolar AS, Amerika Serikat 3,8 juta dolar AS dan Malaysia sebesar 2,6 juta dolar AS.

" Nilai ekspor pada ketiga negara itu mencapai 51,45 persen dari total ekspor Sulsel," ujarnya.
(T.PK-AAT/S016)