
BBKSDA Lepasliarkan Satwa Langka Hasil Sitaan

Jayapura (ANTARA News) - Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Papua secara resmi melepasliarkan puluhan satwa langka yang disita dari rumah salah seorang warga di Abepura pekan lalu.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Papua Drs Ignn Suteja MM kepada ANTARA di Jayapura, Selasa mengatakan, pelepasan puluhan satwa langka itu dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Pagi tadi tim yang antara lain beranggotakan aparat Polisi Hutan kami, telah berangkat membawa puluhan satwa langka itu untuk dilepasliarkan di daerah Boroway, arah Genyem, daerah Kabupaten Jayapura," katanya.
Menurut Ignn Suteja, puluhan satwa langka yang dilepasliarkan tersebut antara lain burung cenderawasih, nuri, kakatua dan kus-kus. Semuanya akan dilepas di areal hutan konservasi yang dianggap aman oleh tim, guna membiarkan satwa-satwa itu kembali ke habitatnya.
"Sudah merupakan salah satu kewajiban kami untuk melakukan hal tersebut demi kelestarian keanekaragaman satwa hayati kita dan kesimbangan ekosistem lingkungan," jelasnya.
Sebelumnya, Satuan Polisi Kehutanan (Polhut) Provinsi Papua berhasil mengamankan puluhan satwa langka yang siap diselundupkan ke luar Papua dari rumah salah seorang warga di kawasan Abepura, Jayapura, Rabu (16/2) lalu.
Satwa langka yang berhasil diamankan petugas itu antara lain enam puluh dua ekor burung terdiri atas cenderawasih, nuri, kakatua, perkutut, kasuari dan hewan mamalia jenis kus-kus.
Penangkapan dilakukan setelah pihak intelijen Polhut mengetahui kalau pelaku yang masih dirahasiakan identitasnua itu menyimpan berbagai jenis burung dan mamalia di dalam rumahnya.
Pihak BBKSDA sendiri melalui polisi hutannya telah memeriksa intensif pemilik puluhan satwa langka berinisial K dan D itu untuk proses hukum lebih lanjut.
Dalam kesempatan tersebut, Ignn Suteja juga mengimbau semua pihak terutama masyarakat ang bermukim di sekitar areal hutan untuk ikut menjaga stabilitas wilayahnya, dengan tidak melakukan perburuan dan menangkap hewan langka, serta penebangan secara liar.
"Kami harapkan kerja samanya untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang menurut aturan hukum di negara ini, supaya kelestarian satwa dan alam Papua benar-benar terjaga," ujarnya mengharapkan. (T.KR-MBK/P004)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
