
Pelajar Bantaeng Terima Bea Studi Dompet Dhuafa

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Sebanyak 350 orang pelajar se Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan menerima bea studi klaster mandiri dari Dompet Dhuafa.
Bea siswa yang diberi nama Program Sahabat Klaster Mandiri tersebut dibagikan kepada 100 orang murid SD dengan dana Rp500 ribu/murid. Siswa SMP sebanyak 100 orang masing-masing Rp800 ribu/siswa dan 150 orang siswa SMA dengan dana Rp1 juta/siswa.
Penyerahan beasiswa tersebut dilakukan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah bersama Direksi Dompet Dhuafa yang diwakili dr Rum Marewa dan Pelaksana Program Sahabat Klaster Mandiri Ahmad Fihrun, di Bantaeng, Senin.
Bupati mengatakan, penyerahan beasiswa ini merupakan hasil kerjasama Pemda, Tim Penggerak PKK dengan Dompet Dhuafa sejak dua tahun lalu.
Kepedulian lembaga nirlaba ini tak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga dalam bentuk bantuan ternak, bantuan terhadap lingkungan, masyarakat pesisir dan ekonomi dan sosial.
Kepedulian di bidang pendidikan tak hanya beasiswa tetapi juga paket sekolah. Ini merupakan wujud kepedulian untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah ini, terang Nurdin Abdullah.
"Jangan dilihat nilainya, tetapi niat baik dan kepedulian lembaga ini terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia," ujarnya seraya mengatakan, karena itulah, kiprah Dompet Dhuafa di Indonesia semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia berharap, para penerima bantuan ini tetap menjalin hubungan silaturahim karena tidak tertutup kemungkinan ke depan ada diantara penerima beasiswa ini yang menjadi pejabat, tambahnya lagi.
"Tetaplah belajar dan jaga kedisiplinan, bangun akhlak agar kecerdasan yang dimiliki tetap terkendali," pinta Bupati yang juga berharap kepada para pimpinan sekolah agar menjadikan sekolahnya sebagai magnet para siswa. "Tugas siswa itu belajar, pemerintah menyiapkan infrastrukturnya," urainya lagi.
Bupati kemudian mengemukakan perkembangan di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar yang sudah dilengkapi berbagai fasilitas infrastruktur, termasuk fasilitas rekreasi pantai maupun wisata agro.
"Sekarang sudah ada fasilitas rekreasi Pantai Marina Korong Batu sedang pada dataran tinggi sudah ada wisata agro strawberry dan apel di Kecamatan Ulu Ere. Fasilitas tersebut diharapkan dimanfaatkan maksimal," ucap Bupati yang juga berharap potensi Bantaeng dapat dikelola maksimal.
Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan yang handal. "Hanya sumber daya yang memiliki ilmu pengetahuan yang dapat mengolah potensi alam tersebut," urainya.
Salah satu wujud untuk menarik siswa lebih banyak berprestasi adalah melalui program bea siswa. Ini diberikan kepada siswa berprestasi dan tembus di perguruan tinggu terkemuka seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas) dan sejumlah perguruan tinggi favorit lainnya.
Direksi Dompet Dhuafa yang diwakili General Manager Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sulsel dr Rum Marewa, Mkes mengatakan, klaster mandiri dinilai efektif untuk membantu kelanjutan pendidikan masyarakat.
Untuk 2011, pihaknya menarget 10 provinsi di Indonesia masing-masing Riau, Banten, Jawa Barat, DIY Yogyakarta, Bantaeng (Sulsel), Luwuk Banggai (Sulteng), Bali, Kalsel, Merauke (Papua) dan NTT. Ia berharap, bantuan ini dapat memberi kontribusi terhadap peningkatan kualitas anak didik dan menambah semangat belajar, tuturnya. (T.KR-AAT/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
