
Sulsel Miliki Tiga Pembangkit Listrik pada 2011

Makassar (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Selatan akan memiliki tambahan pasokan listrik pada 2011 menyusul akan diresmikannya tiga pembangkit listrik baru.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, Irman Yasin Limpo, di Makassar, Selasa, mengatakan, pembangkit listrik yang akan diresmikan pada Maret 2011 adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Tangka yang terletak di antara Kabupaten Gowa dan Sinjai.
"Maret ini sudah ada realisasi berupa Penanaman Modal Asing (PMA) kelistrikan sebesar 10 megawatt," ujarnya yang masih ingin merahasiakan nama dan asal negara investor kelistrikan tersebut.
Menurutnya, pembangkit listrik tersebut dibangun sejak dua tahun lalu dan akan diresmikan pengoperasiannya secara simbolis di rumah jabatan Gubernur Sulsel.
Rencananya, kata dia, setelah PLTA Sungai Tangka beroperasi, investor yang sama akan membangun pembangkit listrik lainnya di Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Luwu pada tahun ini juga.
Pembangkit listrik berikutnya yang juga akan diresmikan pengoperasiannya tahun ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kabupaten Barru dengan kapasitas lebih dari 10 megawatt.
"Kita berharap pembangkit listrik milik perusahaan swasta nasional di Kabupaten Jeneponto juga sudah bisa diresmikan tahun ini," katanya.
Keberadaan pembangkit-pembangkit listrik baru ini, diakui, belum dapat menjamin kondisi kelistrikan di Sulsel tidak lagi mengalami devisit.
"Pasti masih devisit karena tidak sebanding input dengan output," katanya yang menambahkan pertumbuhan pembangunan industri di Sulsel sangat pesat tidak sebanding dengan pasokan listrik yang tersedia.
Sulsel, katanya, berharap pada investasi kelistrikan dengan pembangkit yang memiliki kapasitas besar, sedikitnya 400 megawatt seperti yang pernah ditawarkan oleh salah satu investor asal China.
Ia juga mengusulkan, distribusi pasokan listrik dilakukan secara interkoneksi dalam satu wilayah, seperti di Sulawesi. Sehingga, jika salah satu provinsi mengalami kekurangan dapat disubsidi oleh provinsi lainnya.
Sebelumnya, pada berbagai kesempatan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penambahan pasokan listrik 10 hingga 20 megawatt setiap tahunnya belum dapat mengejar pertumbuhan pembangunan.
Gubernur menargetkan, terdapat penambahan pasokan listrik tidak kurang 200 megawatt pada 2011.(T.KR-RY/M012)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
