
15 UKM UMI DIBEKUKAN

Makassar, 7/11 (ANTARA) - Hasil rapat senat Universitas Muslim Indonesia (UMI) memutuskan akan membekukan 15 unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada dalam kampus.
Hal ini ditegaskan Pembantu Rektor (Purek) III UMI, Prof Dr Ma'sur SAR, di Makassar, Jumat.
Untuk menjaga kondusifnya kampus, semua kegiatan UKM yang ada di kampus untuk sementara dibekukan karena akan dilakukan penataan dan pembinaan UKM," katanya.
Dia menilai, tidak semua UKM yang ada di kampus membuat keributan dan banyak UKM lain memberikan kontribusi positif kepada kampus.
Menurutnya, banyak kegiatan UKM kampus selalu dimulai dari sekretariat karena para mahasiswa yang berada tergabung dalam UKM tidak bisa berapresiasi tanpa sekretariat.
Aksi tawuran yang terjadi antara dua kelompok dari mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan Mapala UMI ini mengakibatkan banyak korban luka-luka dan ternyata hasil penyisiran polisi ditemukan puluhan senjata tajam dari berbagai jenis berada dalam sekretariat.
"Saat ini, ada 15 UKM yang ada di kampus UMI dan dari 15 UKM ini hanya 10 diantaranya yang memiliki sekretariat, dan sekretariat itu telah berubah fungsi menjadi rumah," katanya.
Sejak Jumat pagi (7/11), 10 UKM yang memiliki sekretariat, termasuk Mapala UMI, sudah diratakan dengan tanah. Hal ini dilakukan untuk menata sehingga tidak terkesan seperti rumah.
"Sekretariat itu bukan rumah karena fungsinya hanya sebatas tempat bekerja bagi para mahasiswa yang tergabung dalam UKM dan tempat penyimpanan 'file-file' saja," ujarnya.
Hingga saat ini, pihak kampus belum mengetahui duduk perkara dari persoalan yang melibatkan dua kelompok mahasiswa dari FT dan Mapala UMI ini bentrok.
"Hasil rapat senat juga telah membentuk tim pencari fakta untuk menyelidiki siapa saja pemicu terjadinya, apa pemicunya dan siapa yang terlibat dalam aksi tawuran itu," tegasnya.
Jika terbukti telah melanggar ketentuan akademik kampus, lanjutnya, pihaknya akan meberikan sanksi kepada mahasiswa yang terlibat tawuran bahkan sanksi terberat berupa diberhentikan akan diberikan bagi siapa saja mahasiswa yang telah melanggar.
Ma'sur mengatakan, dia baru saja menjenguk ketiga korban dari Fakultas Teknik (FT) yakni, Fajrin (26), Algazali (22) dan Bombong (23) di RS Ibnu Sina.
Ketiganya masih menjalani perawatan intensif di ruang unit gawat darurat (UGD) RS Ibnu Sina dan Labuang Baji.
Sementara itu, korban dari Mapala UMI yang dikabarkan berjumlah tiga orang, juga masih belum diketahui identitasnya karena tiga mahasiswa ini masih menjalani perwatan intensif di UGD RS Wahidin Sudiro Husodo.
Selain itu, hasil rapat senat juga mengeluarkan keputusan untuk meliburkan mahasiswa 7-9 November 2008. ***7***
(T.PK-MH/B/F003/F003) 07-11-2008 17:15:17
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
