
Truk Bermuatan Lebih Pemicu Rusaknya Jalan Sulbar

Mamuju (ANTARA News) - Truk bermuatan lebih yang sering melintas secara beriringan di Jalur Trans Sulawesi di Provinsi Sulawesi Barat, dianggap sebagai pemicu rusaknya jalan nasional di wilayah itu.
Kepala Bidang Darat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Sulbar, Anton, di Mamuju, Sabtu, mengakui rusaknya jalan trans Sulawesi di Sulbar yang memiliki panjang sekitar 544 kilometer, disebabkan kelebihan muatan truk yang sering melintasinya.
Ia mengatakan, truk yang melintas di jalur trans Sulawesi Sulbar dengan muatan lebih di atas yang ditetapkan pemerintah datang dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menuju Kota Mamuju Ibu kota Sulawesi Barat, maupun dari Kota Palu Sulawesi Tengah menuju kota DI Sulbar,
"Truk tersebut melintas dengan muatan yang kapasitasnya di atas yang sudah ditetapkan pemerintah, truk-truk itu melintas dalam jumlah yang banyak mencapai puluhan secara beriringan setiap saat dijalur trans sulawesi di Sulbar," katanya.
Menurut dia, truk tersebut dianggap menjadi pemicu rusaknya jalur trans Sulawesi di Sulbar karena kapasitas jalan nasional di Sulbar lebih rendah dibandingkan kapasitas kendaraan truk yang melintasinya yang mencapai puluhan ton, sehingga jalan mengalami kerusakan yang cukup para di beberapa lokasi di sejumlah kabupaten di Sulbar.
"Seperti di Kabupaten Majene yakni di Kecamatan Malunda hingga Kecamatan Sendana yang panjannya mencapai sekitar 50 kilometer telah mengalami kerusakan yang cukup parah karena berlobang dan retak, dan tidak lagi mulus," katanya.
Begitu juga, kata dia, dengan jalan di Kabupaten Mamuju yakni di Kecamatan Korossa hingga Kecamatan Sarudu Kabupaten Mamuju Utara juga mengalami kerusakan mencapai puluhan kilometer.
"Akibat rusaknya jalan karena diakibatkan truk bermuatan lebih itu mengakibatkan sejumlah pengguna kendaraan merasa terganggu memakan waktu untuk melaluinya, apalagi jalan tersebut sudah seringkali mengakibatkan kecelakaan bagi pengguna jalan,"katanya.
Oleh karena itu ia mengatakan, Dishubkominfo Sulbar ke depan akan mengawasi secara ketat truk yang melintas dijalur trans sulawesi itu dengan melarang truk bermuatan lebih untuk melintas dijalur trans sulawesi karena dapat merusak jalan yang dapat merugikan anggaran negara.
"Dishubkominfo akan melakukan pengawasan ketat dan akan melakukan pelarangan bagi truk bermuatan lebih ketika melintas di jalur trans sulawesi, agar jalur trans Sulawesi tidak lagi dibuat rusak,"katanya.
Sementara itu warga di Kota Mamuju meminta Dishubkominfo Sulbar tegas dan tidak hanya menggertak dalam melakukan pengawasan truk yang bermuatan lebih ketika melintas dijalur trans sulawesi karena ketika truk itu mengakibatkan kerusakan jalan maka masyarakatlah yang akan mengalami kerugian.
"Dishubkominfo harus tegas melarang truk bermuatan lebih untuk melintas di jalur trans Sulawesi. Jangan sampai ketika petugas Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) Dishubkominfo Sulbar dikasi uang, kemudian membiarkan truk yang bermuatan lebih melintas di jalur tran Sulawesi," kata Akbar salah seorang warga.
Menurut dia, kalau itu terjadi maka masyarakat yang rugi, karena jalan akan semakin rusak. Di samping itu merugikan keuangan negara, karena anggaran yang digunakan untuk membangun jalan trans Sulawesi tersebut sangat besar mencapai ratusan miliar rupiah.(T.KR-MFH/Z002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
