
70 Petani Bantaeng Ikut Penas

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Sebanyak 70 orang petani Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, ikut Pekan Petani Nasional (Penas) ke-13 di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 18-23 Juni 2011.
Para petani tersebut akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, termasuk pameran yang akan menampilkan produk unggulan daerah. Sebagai tanda resminya, para petani tersebut mengikuti kegiatan itu, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah melepas peserta, Sabtu.
Pelepasan peserta Penas yang diikuti petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) tersebut disaksikan Ketua DPRD Hj Novrita Langgara, Kapolres AKBP Feri Handoko, Dandim 1410 Mahanom Suparyono serta para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Bantaeng.
Bupati berharap, peserta dapat menjaga nama baik daerah. "Jaga nama baik dan citra daerah yang selama ini sudah sangat harum terutama di bidang pertanian," pintanya.
Menurut bupati, sektor pertanian Kabupaten Bantaeng selama ini sudah dikenal luas, termasuk orang Departemen Pertanian. Ia memberi contoh penerapan sistem penanaman Legowo yang kini baru diterapkan di berbagai daerah.
"Kita sudah jalan, orang baru mau melakukan," ujarnya seraya mengemukakan keunggulan di bidang lainnya, termasuk penanaman bawang merah yang sudah mulai dirasakan manfaatkan oleh petani.
"Sudah ada petani bawang Ulu Ere yang berhasil mengantongi Rp400 juta pada panen bawang baru-baru ini," terang Nurdin Abdullah yang berharap petani lainnya dapat mengikuti keberhasilan tersebut.
Masih menurut Bupati HM Nurdin Abdullah, keterbatasan lahan di Bantaeng harus bisa dimanfaatkan maksimal. Tentu saja ini memerlukan bantuan teknologi untuk memantapkan Bantaeng menjadi daerah penghasil benih berbasis teknologi.
Menurut hitung-hitungan, dari 7.000 Ha lahan sawah, setengahnya saja dimanfaatkan untuk penangkaran, maka Bantaeng sudah bisa memenuhi kebutuhan benih Sulsel.
Bila itu bisa dilakukan, maka daerah kita akan memiliki ikon. Selama ini, bila orang bicara benih padi maka yang diingat Sukamandi, orang bicara coklat maka yang diingat Jember, bicara apel orang ingat Batu, Malang.
Ke depan, kita ingin begitu orang bicara talas, maka yang diingat Bantaeng, ujarnya seraya berharap keunggulan daerah tersebut dapat dipamerkan, termasuk keunggulan tanaman apel dan strawberry.
Ketua KTNA Kabupaten Bantaeng A Syamsul Fajar melaporkan, rombongan meninggalkan Bantaeng (11/6) menuju Makassar guna mengikuti pertemuan dengan peserta lainnya se Sulsel.
Rombongan besar akan meninggalkan Bandara Internasional Hasanuddin 15 Juni 2011 menuju Banjarmasin dan melanjutkan perjalanan menggunakan bis. Pembukaan Penas akan dilakukan Wapres Boediono 18 Juni 2011.
Rombongan Penas Kabupaten Bantaeng akan membawa sejumlah potensi unggulan termasuk produk olahannya. Seorang peserta atas nama M Idris Ilyas bahkan akan menjadi narasumber dalam temu teknologi, ucap Syamsul Fajar. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
