
Diskoperindag Sulbar Sambut Program GKN

Mamuju (ANTARA News) - Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Barat, sambut positif pelaksanaan program pemerintah pusat pencanangan Gerakan Kewirausahaan Nasional yang saat ini dibuka langsung Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyo di Jakarta.
"Malam ini, bapak Presiden membuka acara pencanangan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) di Jakarta. Kegiatan ini serentak berlangsung di seluruh Indonesia termasuk di Sulbar,"kata Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sulbar, H.Samiran saat membacakan sambutannya pada kegiatan pelatihan kewirausahaan di Mamuju, Selasa.
Menurut dia, pencanangan GKN yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat merupakan bukti bahwa betapa pentingnya mendorong munculnya wirausaha baru di Indonesia khususnya di Sulbar.
Sejak program gerakan kewirausahaan digulirkan pemerintah pusat kata dia, Pemprov Sulbar langsung meresponnya dan bahkan salah satu provinsi yang pertama mencanangkan GKN dari 33 provinsi saat kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM, Syarifuddin ke Mamuju beberapa bulan yang lalu.
"Program GKN merupakan solusi untuk mengatasi jumlah pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Karenanya, GKN ini kelak akan banyak melahirkan wirausaha pemula yang diharapkan menjadi pelaku usaha yang mandiri,"katanya.
Samiran mengemukakan, salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk merespon program pencanangan GKN, jajarannya akan merangkul bagi pelaku usaha kecil mikro (UMKM) dan para sarjana penganggur yang ada di daerah ini.
"Para pelaku usaha pemula ini akan kita bina sehingga kelak menjadi pelaku usaha yang sukses. Minimal, para pelaku usaha kecil ini kita naikkan ststusnya,"urangnya.
Sedangkan bagi sarja penganggur kata dia, akan dirangkul untuk menjadi pelaku usaha pemula melalui pemberian bantuan modal usaha.
"Pemerintah pusat telah menyiapkan alokasi anggaran bagi sarjana penganggur. Program pusat ini harapan baru untuk menciptakan lapangan kerja baru,"tuturnya.
Ia mengemukakan, berdasatkan data yang ada, jumlah wirausaha di Tanah Air baru sebanyak 0,24 persen dari total populasi penduduk, padahal untuk dapat dikatakan sebagai negara maju diperlukan setidaknya 2 persen jumlah wirausaha dari seluruh jumlah penduduk.
Samiran menambahkan, program yang digulirkan pemerintah telah menggulirkan program wirausaha 1.000 sarjana, pelatihan kewirausahaan, PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan), program pembiayaan CSR, PNPM Mandiri, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tahun ini ditarget Rp20 triliun tanpa jaminan.
(T.KR-ACO/S006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
