
Santri Ponpes Syekh Muh Jafar Diwisuda

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Sebanyak 60 orang santri TK, TPA, SMP dan SMK Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Muh Jafar Banyorang diwisuda oleh Ketua Yayasan Prof Dr HM Ghalib Mattola di Bantaeng, Rabu.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap, Ponpes yang berlokasi di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu ini mampu memberikan yang terbaik kepada daerah dengan mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas dan beriman.
Hal itu sangat penting sebab bangsa ini menghadapi persoalan serius akibat krisis moral, jelas Bupati mengutip Ketua Yayasan Ponpes Syekh Muh Jafar. Ia kemudian mengemukakan rasa bangganya sebab seluruh santri Ponpes ini lulus pada ujian nasional.
"Saya bangga, meski infrastruktur yang dimiliki pesantren ini terbatas, namun siswanya lulus dengan baik," terang Bupati seraya mengemukakan potensi daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.
Apa yang tidak ada di Bantaeng?, tuturnya bertanya sembari menyebut kekayaan potensi alam mulai dari pesisir hingga pegunungan.
Agar potensi tersebut bisa dikelola dengan baik, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang tentu saja tak sekedar cerdas tetapi harus memiliki bekal keimanan yang baik agar potensi tersebut tidak salah kelola.
Secara umum, terangnya lagi, negeri ini diberi berkah alam yang subur. Tapi, kenapa kita belum maju?, lalu dijawabnya sendiri, karena masih banyak rakyat kita yang miskin.
Meski begitu, untuk membangun diperlukan persatuan. "Bila kita bersatu, tentu kita bisa melakukan pembangunan dengan baik. Untuk itu, diperlukan pencerahan kepada masyarakat agar masyarakat merasa tentram," urainya.
Ia mengatakan, sangat sulit kita membangun bila masyarakat selalu diberi info keliru. Karena itulah, melalui Ponpes diharapkan mampu memberi pencerahan agar potensi daerah ini bisa dioptimalkan.
Untuk memajukan Bantaeng, harus dihadirkan sekolah yang mampu menciptakan SDM berkualitas dan beriman. Bidang pendidikan secara perlahan kini semakin ditingkatkan.
Terbukti dengan tingkat kelulusan pada tingkat SMA yang mencapai 98 persen dan 97,8 persen pada tingkat SMP. Dan pada pesantren ini lulus 100 persen. Ini menunjukkan kesungguhan dalam membangun SDM, urainya lagi.
Pemda secara perlahan juga menyiapkan fasilitas layanan umum dengan menghadirkan Brigade Siaga Bencana (BSB).
Kehadiran BSB sangat membantu masyarakat di bidang kesehatan sebab lembaga yang dibawahi Dinas Kesehatan, Sosial dan Bapedalda tersebut dilengkapi fasilitas ambulance, lengkap dengan dokter dan perawatnya. Cukup menghubungi 113 ambulance akan meluncur dan tanpa bayaran.
Tahun ini juga dibangun Pasar Lambocca yang lebih moderen dan menjadi pasar percontohan serta rumah sakit berlantai delapan.
Untuk mengantisipasi pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke-15 yang akan dilangsungkan di Bantaeng, Pemda membangun kolam renang yang diharapkan rampung November 2011 serta sejumlah fasilitas olahraga lainnya.
Melalui fasilitas yang juga ditunjang Rusunawa berlantai lima dengan 96 kamar tersebut diharapkan mampu menunjang pembangunan di daerah ini, ucap Bupati. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
