
Kacau Data PJKMU yang Digunakan Askes Polman

Polman, Sulbar (ANTARA News) - Data yang digunakan PT Askes Cabang Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada program jaminan kesehatan masyarakat umum (PJKMU) tidak sesuai dengan mekanisme dan hanya menggunakan cara manual sehingga dihasilkan data yang kacau.
"Dalam PJKMU, PT Askes menggunakan data dari Dinsosnakertrans yang diambil secara manual melalui instruksi seluruh kepala desa untuk mendata masing-masing warganya yang masuk dalam kategori masyarakat miskin," kata Kepala Bidang Sosbud, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Polman, Hikmah di Polman, Kamis.
Teknis pengamabilan data warga miskin yang akan diakomodir dalam PJKMU dianggap wajar jika terjadi kesalahan, sebab metode yang digunakan merupakan metode tradisional dan tidak bisa dijadikan ukuran secara jelas terhadap warga yang terdata.
Ia mengatakan, dengan penggunaan metode tersebut, kepala desa bisa saja melakukan rekayasa dari data yang diusulkan sehingga terdapat beberapa data yang dimasukkan bukan merupakan warga miskin melainkan warga yang sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan yang memadai, seperti PNS maupun pengusaha.
"Pada dasarnya, untuk melakukan pendataan harus memiliki indikator yang standar sesuai dengan teknik pendataan yang sering digunakan sejumlah lembaga pemerintahan maupun lembaga swasta, sehingga tidak terjadi kesalahan," jelas Hikmah.
Selain menggunakan pendataan secara manual, dalam pendataan warga yang akan di akomodir dalam PJKMU tersebut menggunakan sistem koordinasi manual bagi seluruh kepala desa tanpa menentukan pelaksana pendataan yang profesional.
Ia menyayangkan, seharusnya untuk memberikan pelayanan yang maksimal menggunakan sistem pendataan yang profesional sehingga tidak menimbulkan permasalahan.
Pada kenyataannya, terdapat ratusan warga yang mengaku kecewa akibat tidak terdaftar dalam pendataan warga miskin dan lebih parahnya lagi, sejumlah warga yang seharusnya tidak dimasukkan dalam PJKMU tetap terakomodir.
Sebelumnya, sejumlah lembaga swadaya masyarakat menganggap kinerja PT Askes Cabang Polman dianggap tidak patut lagi dipertahankan oleh Pemkab Polman untuk menghindari terjadinya kesalahan yang sama.
Salah satunya, ketua Lembaga Karya Muda Pembaharu (LKMP) Sulbar, Abdul Wahid mengaku buruknya pelayanan kesehatan pernah terjadi di Kabupatem Majene, Sulbar dan hal tersebut dilakukan oleh PT Askes yang membuat sejumlah warga merasa kecewa. (T.PSO-284/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
