
Pemkab Sinjai kembali bentuk kampung iklim

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sinjai pada 2021 kembali membentuk dua kampung iklim untuk mengurangi pemanasan global di Desa Tongke-Tongke Sinjai Timur dan Desa Barania Kecamatan Sinjai Barat.
"Tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah melakukan penilaian di lapangan bulan lalu, kita tinggal menunggu hasilnya, mudah-mudahan kita bisa kembali meraih penghargaan," kata Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sinjai Andi Sinar dalam keterangannya, Selasa (21/9).
Menurut dia, berdasarkan RPJMD Sinjai 2018-2023 bidang lingkungan hidup ditargetkan lima kampung iklim, tetapi hingga saat ini sudah terealisasi 10 Program Kampung Iklim (Proklim) yang terbentuk dan mendapatkan penghargaan dari KLHK.
"Semula Bapak Bupati Sinjai menargetkan lima kampung iklim, Alhamdulillah sekarang sudah ada 10 proklim terbentuk dan mendapatkan penghargaan dan sertifikat kategori utama dari Kementerian Lingkungan Hidup," jelasnya.
Kedepan tambah Andi Sinar, pihaknya menargetkan mendapat penghargaan yang lebih tinggi dari apa yang diperoleh saat ini, yakni Kategori Lestari.
Kampung iklim ini tersebar di tujuh kecamatan masing-masing tiga di Kecamatan Sinjai Timur, dua di Sinjai Selatan, serta masing-masing satu di Kecamatan Sinjai Utara, Bulupoddo, Sinjai Borong, Sinjai Tengah dan Tellulimpoe.
Terkait hal ini, Bupati Andi Seto Asapa (ASA) menuturkan bahwa Proklim menjadi upaya yang nyata dalam upaya pengurangan pemanasan global, dengan keterlibatan masyarakat menjaga iklim, maka bumi akan semakin terjaga.
"Proklim ini memberikan dampak yang sangat luas untuk menjaga lingkungan kita menjadi lebih baik. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan seperti melakukan penanaman pohon, tidak membuang sampah sembarangan dan kegiatan lain," kata ASA.
Bupati mengimbau agar desa lainnya membentuk Proklim dengan dukungan dan pembinaan semua pihak termasuk peran aktif masyarakat dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi.
Proklim merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejak 2016 lalu. Program tersebut ditindaklanjuti oleh Pemkab Sinjai dengan membuat kampung-kampung iklim.
Program tersebut bertujuan untuk melakukan mitigasi dan adaptasi pada perubahan iklim, sehingga nantinya diharapkan masyarakat mampu dan tangguh menghadapi perubahan iklim secara ekonomi dan pelestarian hidup.
Pembentukan proklim ini juga merupakan salah satu program unggulan Pemkab Sinjai yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023 di bidang lingkungan hidup.(*/Inf)
Pewarta : Darim
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
