
DPRD Sidak Pasar Tradisional Jelang Ramadhan
Selasa, 26 Juli 2011 19:31 WIB

Dalam pantauan di pasar terong, Senin, sejumlah barang merangkak naik seperti minyak goreng curah dari Rp7.000 ribu naik menjadi Rp9.000 ribu, kemudian beras naik rata-rata Rp2.000-3.000 ribu perkilogram, sementara ayam potong dari Rp23.000 ribu naik menjadi Rp25.000 ribu per ekor. Untuk bawang putih dan merah belum ada kenaikan secara signifikan, serta daging sapi dan gula harga masih dalam posisi stabil.
"Sekaitan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, kami sengaja turun ke lapangan untuk melihat perkembangan harga, dan ditemukan beberapa barang mengalami kenaikan," kata anggota Komisi B, Haeruddin Hafid disela kunjungan di pasar tersebut.
Menurut dia, kenaikan tersebut dipicu oleh segilitir oknum yang diduga melakukan penimbunan barang sehingga stock barang berkurang dan pada prinsipnya hukum ekonomi akan berlaku. Selain pasar terong, katanya, pasar Panampu dan Pabeng-baeng juga difungsikan sebagai penyangga bahan pangan di Makassar.
"Rencana Kamis (28/7) ini akan dipanggil dinas terkait, seperti Dinas Perindag, Kesehatan, Perikanan dan Kelautan, PD Rumah Potong Hewan, Kepolisian Pelabuhan Makassar, PD Terminal, untuk mengetahui sejauh mana penanganan sembako dan barang-barang ditingkat distribusi, " katanya.
"Kita tetap melakukan pengawasan sebagai fungsi dewan, dan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk segera menekan lonjakan harga," tambahnya.
Sebelumnya, Disperindag Makassar, menjamin tidak ada kenaikan menjelang Ramadhan hingga akhir lebaran Idul Fitri, sebab koordinasi dengan pihak distribusi sebagai pemasok serta kepala pasar telah sepakat melakukan pengawasan .
"Jadi tidak ada lagi kenaikan harga sembako menjelang Ramadhan dan lebaran," kata Kepala Dinas Perindag Makassar, Muhammad Takdir Hasan Saleh.. (T.PSO-282/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
