Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Minta PU Makassar Segera Benahi Drainase

Jumat, 12 Agustus 2011 18:21 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - DPRD Makassar, Sulawesi Selatan, meminta Dinas Prasarana Umum segera melakukan perbaikan dan pengerukan drainase secara maksimal di sejumlah titik saat musim kemarau ini.

"Sebaiknya pengerukan dan perbaikan drainase saat kemarau ini dan lebih dimaksimalkan dari tahun sebelumnya," kata anggota DPRD Makassar Komisi C bidang Pembanguan, Imran Tenri Tata Amin Syam, di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan, anggaran yang digelontorkan senilai Rp3 miliar lebih diambil dari APBD 2010 diperuntukkan untuk perbaikan dan pemerliharaan drainase termasuk biaya pengerukan sendimen tanah yang telah mengendap dan menjadi penyebab meluapnya air ke permukaan.

Kendati demikian, kata Imran, tidak perlu membahas drainase terlalu jauh tetapi pada intinya setiap jalan harus terintegrasi dengan drainase dan bagaimana peran Pemerintah Kota Makassar menghadapi musim hujan mendatang.

"Meskipun telah dilakukan pengerukan di beberapa titik tetapi akan sama saja bila tidak memberikan himbauan kepada masyarakat termasuk kesadaran membuang sampah di dalam drainase," katanya.

Putra mantan Gubernur Sulsel ini menyebutkan, panjang drainase di kota Makassar sekitar 3.000 kilo meter dengan pembagian 1.500 kilo meter sebelah kiri dan 1.500 kilo meter bagian kanan.

"Daerah Kecamatan Biringkanaya yang paling memerlukan pengerukan sebab derah tersebut berada di daerah datatan rendah," katanya.

Anggota lain, Mudzakkir Ali Djamil, mengkhawatirkan sendimen tanah pada sejumlah drainase yang tersebar di beberapa titik Kota Makassar.

"Hari ini saya melakukan pengamatan terhadap proses pengerukan drainase di beberapa ruas jalan yang dilaksanakan oleh dinas PU. Saya mencoba melihat secara langsung pelaksanaan pengerukan di jalan Monginsidi Baru dan Pelita Raya Tengah, ternyata kerukan sedimentasi saluran drainase di titik itu sangat banyak," katanya.

Mudzakkir mengaku, sendimentasi drainase hanya 50 centimeter dari permukaan, tentu saja hal itu cukup mengkhawatirkan untuk Kota Makassar dan menjadi penyebab terjadinya banjir.

"Genangan air dimana-mana diakibatkan aliran drainase yang terhambat oleh sedimentasi dan sampah, termasuk juga pembangunan Ruko tanpa perencanaan. Kalau seperti ini kondisinya resiko banjir sangat besar sebagaimana yang sering terjadi hampir tiap tahun di Kota Makassar." katanya.

Gerakan Bersih Drainase yang dicanangkan oleh pemerintah masih belum optimal disebabkan tingkat partisipasi masyarakat dalam program ini sangat kurang. Seharusnya pemerintah aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya kepedulian terhadap drainase yang bersih. (T.PSO-282/S023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026