Logo Header Antaranews Makassar

Pemkab Polewali Mandar Sidak SPBU "Nakal"

Selasa, 13 September 2011 03:13 WIB
Image Print

Polman, Sulbar (ANTARA News) - Pemkab Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melalui Dinas Perindusterian dan Perdagangan serta Dinas Pertambangan Polman, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang dianggap tidak mematuhi aturan PT Pertamina.

"Ini merupakan tindak lanjut surat edaran PT Pertamina Rayon III Pare-Pare Region VII Sulawesi Selatan nomor 019/F17113/2001-S3 tentang penertiban penyaluran BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis premium menggunakan jerigen dari para pengecer," kata Kepala Disperindag Polman, Kallang Marsuki di Polman, Senin.

Menurutnya, sidak ini juga dilakukan menyusul banyaknya keluhan warga yang mengaku stok BBM pada seluruh SPBU di Polman sering habis meskipun saat siang atau sore hari. Pada lain hal, masih banyak BBM jenis permium yang di jual di sejumlah pengecer.

Penertiban tersebut melalui penegasan kepada seluruh pemilik SPBU yang masih menjual BBM jenis premium kepada sejumlah pengecer dengan menggunakan jerigen, utamanya para pengecer yang tinggal di sekitar SPBU.

Dalam sidak tersebut, Disperindag dan Distamben mendatangi tiga SPBU di Polman, yaitu SPBU Polewali, SPBU Kecamatan Wonomulyo, dan SPBU Kecamatan Campalagian.

Kepala Distamben Polman, A Parial Patayani mengatakan, telah memberikan teguran kepada seluruh SPBU yang melakukan pelanggaran tersebut, sebab akan mempersulit warga yang membutuhkan pengisian BBM namun tidak tersedia pada SPBU.

"Hal ini juga untuk mengantisipasi meningkatnya harga BBM jenis premium setelah berpindah kepada pengecer dengan jumlah peningkatan harga 30 hingga 40 persen dari harga biasanya," tuturnya.

Sementara itu, Supervisor SPBU Wonomulyo, Busman mengaku telah menghentikan penjualan kepada seluruh pengecer yang menggunakan jerigen untuk dijual kembali sejak awal September 2011.

Ia mengatakan telah mendapat teguran dari PT Pertamina agar tidak menual BBM kepada pengecer yang bisa menimbulkan antrean panjang saat SPBU beroperasi dan menyulitkan warga saat SPBU tidak beroperasi sebab harus membeli dengan harga yang lebih mahal pada pengecer.

Pantauan yang dilakukan, masih terlihat sejumlah warga yang mengaku pengecer membeli BBM jenis premium pada tiga SPBU tesebut, sebab penjualan BBM eceran telah sejak lama dijalankan. (T.PSO-284/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026