Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Tolak Usulan Mobil Dinas DKP

Senin, 3 Oktober 2011 16:57 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan menolak usulan pengadaan mobil Toyota Fortuner dari Dinas Kelautan dan Perikanan untuk mendukung program kebangkitan udang.

"Kenapa Fortuner padahal mau ke tambak. Ini ditiadakan saja, tidak mungkin masuk pematang, kalau sepeda motor wajar," kata Sekretaris Komisi B Imbar Ismail saat rapat kerja dengan DKP Sulsel di Makassar, Senin.

Menurut politisi Hanura ini, di APBD provinsi tidak boleh ada pengadaan barang seperti itu kecuali dari program APBN.

Sedangkan, anggota Komisi B Andi Irsan Galigo heran karena pengadaan mobil tersebut masuk dalam program operasional gerakan kebangkitan udang, yang seharusnya masuk program non operasional pengadaan barang dan jasa sesuai dengan mekanisme keuangan.

Politisi Golkar ini juga menyebut, mobil sejenis Fortuner biasanya untuk pejabat eselon I, dan terkesan mewah untuk jabatan tertinggi di DKP yang hanya eselon II.

"Melihat kondisi, bukan pada transfortasi. Secara pribadi saya mempertanyakan pengadaan mobil untuk gerakan kebangkitan udang," ucap anggota komisi B lainnya, Hasanna Lawang.

Sementara Kepala DKP Sulsel, Iskandar yang mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari anggota komisi B atas pengadaan mobil Fortuner pada program gerakan kebangkitan udang dengan anggaran senilai Rp400 juta lebih, mengatakan mobil tersebut untuk mendukung kegiatan dinas.

"Kendaraan yang kami gunakan saat ini sudah tua. Yang saya gunakan saja 2005 apalagi yang bidang-bidang. Namun demikian, akan jadi pertimbangan dari anggota dewan yang terhormat," ucapnya berharap program tersebut disetujui komisi B.

Selain satu unit Fortuner, DKP pada APBD perubahan 2011 juga melakukan pengadaan empat unit sepeda motor pada program unggulan untuk gerakan kebangkitan udang, bandeng dan rumput laut.

Iskandar juga menjelaskan, jika masalah utama yang dihadapi dalam mengembangkan udang yakni perlu ada rehabilitasi lahan, namun membutuhkan anggaran yang sangat besar. (T.pso-099/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026