Logo Header Antaranews Makassar

Relawan AAS Diminta tidak Terpancing Insiden Polman

Senin, 10 Oktober 2011 20:12 WIB
Image Print
Mamuju (ANTARA News) - Relawan pendukung calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh dan Aladin S Mengga (AAS), diminta tidak terpancing insiden pemukulan yang dialami relawan AAS di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

"Biarkan aparat kepolisian yang menangani masalah insiden pemukulan relawan AAS di Polman, jangan terpancing, biarkan masalah pemukulan itu diselesaikan secara aturan hukum yang berlaku," kata Ketua Tim Pemenangan pasangan AAS, Hamzah Hapati Hasan di Mamuju, Senin.

Ia mengajak kepada relawan pendukung AAS agar tidak terpengaruh dengan ulah pendukung salah satu kandidat di Pilgub Sulbar yang mencoba melakukan tindakan berbau anarkis dan premanisme terhadap pendukung kandidat lainnya yakni relawan AAS.

"Jangan terpancing dengan adanya aksi kekerasan yang dialami relawan AAS, jangan melakukan aksi balasan, itu tidak baik, kita harus memberi contoh yang baik masalah kekerasan yang dialami relawan AAS serahkan kepada hukum untuk diselesaikan," kata Hamzah yang juga Ketua DPRD Sulbar.

Ia meminta relawan AAS harus tetap memelihara etika berpolitik yang bersifat santun dan demokratis dalam menghadapi pesta demokrasi pilgub Sulbar agar pilkada Sulbar dapat lahir secara demokratis serta berkualitas dan jauh dari aksi anarkis.

"Beri contoh yang baik bagi pendukung kandidat lain, jangan contoh yang buruk, karena kita menginginkan pemimpin yang lahir di pilkada Sulbar ini, bukan pemimpin yang lahir dari sistem kekerasan tetapi lahir dari cara-cara berpolitik yang santun dan demokratis, demi masa depan pembangunan Sulbar kearah yang lebih baik," ujarnya.

Sebelumnya relawan AAS, Aco alias Basrudin, warga Desa Lakejo, Kecamatan Palitakan, Kabupaten Polman di pukul secara tiba-tiba, pelaku bernama Tonra yang diduga merupakan salah satu relawan pendukung kandidat cagub-cawagub Sulbar Ali Baal Masdar dan Tashan Burhanuddin (ABM-TA).

Aco mengatakan, dirinya tidak tahu menahu apa penyebab Tonra sebagai pelaku melakukan pemukulan terhadap dirinya, dan dia mengaku tidak memiliki persoalan dengan pelaku.

"Kejadiannya berlangsung sangat cepat, Tonra datang mengendarai mobil bus dengan branding gambar ABM-TA, tiba-tiba memukul saya tanpa alasan yang jelas, saya merasa tidak memiliki persoalan dengan Tonra, pemukulan itu berada dalam rumah kami, dengan disaksikan mertua saya," kata Aco.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami sejumlah luka memar dibagian wajah. (T.KR-MFH/F003)







Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026