
15 Dirawat Karena Keracunan

Takalar, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 15 murid Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, harus dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Padjonga Daeng Ngalle (PDN) karena keracunan jajanan es cendol, bahkan satu dari mereka dikabarkan meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun, Minggu, 15 korban kercaunan itu di ketahui berasal dari tiga sekolah yang terletak di Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), yakni SD Inpres Moncongkomba, SD Inpres Lantang, dan SD Bontolebang.
Ashi salah seorang perawat mengatakan, awalnya, mereka didiagnosa muntaber kronis. Namun, setelah menanyakan ke orang tua mereka, ternyata ada indikasi keracunan makanan atau minuman.
"Awalnya kami kira muntaber, tapi setelah ditanyakan ke orang tua mereka penyebab anaknya muntah-muntah dan panas tinggi, ternyata terindikasi keracunan. Sesuai yang diutarakan beberapa orang tua pasien, mereka tidak enak badan setelah minum es cendol di sekolahnya," paparnya.
Dia menjelaskan, es cendol yang dikonsumsi ke 15 murid ini diduga telah kadaluarsa atau dibuat dengan cara yang tidak "higienis". Karena setelah diperiksa, kondisi lambung mereka mengalami infeksi yang mengakibatkan daya tahan tubuh menurun.
"Akibat dari es cendol yang dikonsumsi, kondisi lambung mereka terinfeksi berat. Hal inilah, yang menaikkan suhu tubuh mereka sehingga muntah-muntah. Tapi untuk lebih jelasnya, nanti setelah melalui pemeriksaan lanjutan dari dokter," ujarnya.
Salah seorang korban, Muhammad Taufiq, murid kelas lima di SD Inpres Moncongkomba mengungkapkan, dirinya sudah tidak enak badan setelah meminum es cendol yang dibelinya dengan harga Rp500 per bungkus itu.
"Saya beli es cendol dipedagang keliling hari Sabtu. Ketika itu, jam istirahat berlangsung," tuturnya.
Taufiq menambahkan, setelah menikmati es cendol tersebut, dirinya tiba-tiba tidak enak badan yang disertai dengan muntah di ruang kelas sebanyak tiga kali. Kemudian, kata dia, guru yang melihat dirinya sudah lemas langsung mengantarnya pulang dengan menggunakan sepeda motor.
"Informasi yang saya terima, Hamka, teman saya, warga Desa Lantang Kecamatan Polsel yang juga ikut menikmati es cendol meninggal dalam perjalanan menuju RS," ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Takalar, Grace V Dumallang, yang dikonfirmasi menegaskan, ke 15 murid tersebut menderita keracunan makanan atau minuman.
"Saya sudah perintahkan untuk mencari pedagangnya, untuk diperiksa bagaimana jualannya selama ini. Apakah melanggar Undang-undang (UU) perdagangan dan konsumen," imbuhnya. (T.PK-MH/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
