
Nelayan Mamuju Tetap Melaut Meski Cuaca Memburuk

Mamuju (ANTARA News) - Sejumlah nelayan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, tetap nekad melaut meski kondisi cuaca dalam sepekan terakhir buruk.
"Kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir ini kurang bersahabat akibat ketinggian gelombang di perairan Selat Makassar cukup mengganas. Namun, kami tidak memiliki pilihan lain selain mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan keluarga," kata Hasan, (45 th) salah seorang nelayan trandional di Mamuju, Senin.
Ia mengatakan bersama beberapa rekan seprofesinya belum ada yang memilih menganggur dalam kondisi cuaca seperti sekarang ini.
"Ketinggian gelombang di perairan Mamuju masih wajar sehingga belum ada rsa ketakutan untuk tidak melaut," kata dia.
Apalagi kata Hasan, dirinya harus rajin melaut karena tak lama lagi akan segera menghadapi hari raya Idul Adha 1432 Hijriah.
Untuk menopang kebutuhan keluarga saat hari raya tiba kata dia, maka nelayan harus mencari rejeki sebanyak mungkin agar bisa mengimbangi kebutuhan keluarga di rumah.
Hal senada dikatakan, Suaib, salah seorang nelayan lainnya mengatakan, dirinya tetap harus melaut karena kebutuhan dapur semakin menipis.
"Memang semula kami khawatir dengan kondisi cuaca. Namun, kami tetap tegar menghadapi badai untuk memenuhi kebuuhan ekonomi yang kian sulit,"jelasnya.
Sebelumnya, kepala Bagian Pelayanan Data Stasiun BMKG Kabupaten Majene, Mujahidin mengingatkan agar nelayan tetap meningkatkan kewaspadaannya mengingat gelombang laut di Perairan Sulawesi Barat cukup tinggi, sehingga berbahaya bagi nelayan yang menggunakan perahu kecil.
"Kecepatan angin yang berhembus di perairan Sulbar sekitar 30 kilometer per jam dari arah tenggara, menuju barat daya,"katanya.
Sementara kata dia, hujan juga tetap terjadi diseluruh wilayah perairan Sulbar dengan intensitas sedang, sehingga hal itu harus diwaspadai kapal penumpang dan nelayan khususnya yang menggunakan perahu kecil.
"Perairan Sulbar dinyatakan tidak aman bagi kapal nelayan yang menggunakan perahu kecil di Perairan Sulawesi sehingga nelayan yang nekad melaut, juga diminta dapat berhati-hati," katanya.
Ia juga meminta agar masyarakat yang bermukim di pesisir pantai bagian selatan Majene dan bagian barat Kabupaten Polman mewaspadai ancaman puting beliung.
"Di pesisir pantai bagian selatan Majene dan bagian barat Kabupaten Polman mengalami musim pancaroba yakni pergantian dari musim kemarau ke musim hujan,. kondisi cuaca itu bisa memicu terjadinya angin puting beliung yang patut diwaspadai karena masih memungkinkan terjadi,"katanya. (KR-ACO/Z003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
