
Hiv/Aids Masih Ancam Papua

Jayapura (ANTARA Sulsel) - Penyakit HIV/AIDS masih menjadi ancaman tersendiri bagi Pemerintah Kota Jayapura yang memiliki catatan kasus tinggi terhadap penyakit mematikan ini.
Kepada ANTARA, di Jayapura, Papua, Jumat, Beno Satya Utama, S.Kom dari Yayasan Harapan Permata Hati Kita (Yakita), mengatakan, penyakit ini masih menjadi masalah global yang perlu segera disikapi kemungkinan penyebarannya setiap saat.
"Tingginya temuan kasus HIV/AIDS di Jayapura menjadi tugas kita bersama, baik pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait untuk mencegahnya," ujarnya saat membuka Pelatihan Kesehatan Reproduksi, HIV/AIDS, dan Hepatitis C di aula yakita Jl. Batu Putih No. 97 Polimak, Jayapura.
Menurut dia, kasus HIV/AIDS di Jayapura sejak tahun 2007 hingga Maret 2009 mencapai banyak kasus, di antaranya mereka yang berusia 5-14 tahun tercatat sebanyak 43 orang dan yang paling prodektif yakni 20-29 tahun mencapai 1.957 orang, menyusul usia 30-39 tahun sebanyak 1.102 orang.
Ia menegaskan, guna menekan bertambahnya kasus ini, pengetahuan tentang bahaya penyakit HIV/AIDS perlu dikenalkan sejak dini. Sementara itu, sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi
masalah HIV dan AIDS di Papua, Yakita bekerja sama dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Komisi Pemberantasan AIDS (KPA) Kota Jayapura menyelenggarakan Pelatihan tiga hari dari 24 hingga 26 April 2009 bagi 20 remaja yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan pemuda.
"Upaya ini dimulai oleh Yakita dengan mengundang para remaja kota Jayapura untuk mengetahui seluk beluk tentang penyakit ini. Termasuk juga penyakit sejenisnya, yakni penyakit reproduksi," kata Beno.
Upaya lain, lanjut Ratih selaku Program Manager, Yakita telah mendirikan pusat rehabilitas, sehingga diharapkan bisa membantu dan memantau perkembangan penyebarluasan penyakit mematikan ini.
"Dengan kesadaran para perisiko tinggi penyakit ini untuk memeriksakan keadaan dirinya, diharapkan dapat membantu pemerintah setempat untuk mendeteksi perkembangan penyakit HIV/AIDS di kemudian hari," kata Ratih.
(T.PK-ALX/J006)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
