Logo Header Antaranews Makassar

KNPI Sulsel Dukung Pasangan "Sayang"

Sabtu, 7 Januari 2012 14:43 WIB
Image Print
Bulukumba, Sulsel (ANTARA News) - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan dukungan kepada Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang Sayang untuk kembali mencalonkan diri pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2013.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua KNPI Sulsel Jamaluddin Samsil pada pembukaan rapat kerja tingkat provinsi XII KNPI Sulsel, 6-8 Januari 2012 di Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Jumat malam.

"Kami mendukung dan menyampaikan selamat atas deklarasi PDK (Partai Demokrasi Kebangsaan) kepada Agus Arifin Nu'mang untuk kembali berpasangan dengan Syahrul Yasin Limpo pada pemilihan gubernur mendatang," katanya.

Sebelum membuka rapat kerja, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang dalam arahannya mengatakan, kegagalan dalam sebuah pemilihan jangan dijadikan sebagai hambatan untuk berprestasi di masa yang akan datang,

"Saya dulu pernah gagal menjadi ketua KNPI sekalipun jumlah suara saya jauh lebih banyak dari kandidat lainnya. Tapi tidak membuat saya patah semangat, justru saya lebih terpacu untuk berbuat pada sisi yang lain dan akhirnya pernah menjadi Ketua DPRD Sulsel dan sekarang menjadi Wakil Gubernur Sulsel," jelas Agus.

Ia berharap, para pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan terus memperluas jaringan karena jaringan itu akan dapat membantu pada saatnya nanti.

"Saya pernah memimpin beberapa organisasi kepemudaan di beberapa kabupaten sehingga teman saya cukup banyak, makanya pada waktu pilkada (pemilihan kepala daerah) yang lalu banyak yang membantu saya sehingga terpilih menjadi wakil gubernur," jelasnya.

Ia juga meminta kepada pemuda KNPI untuk selalu menjaga kekompakan dan persaudaraan walaupun berasal dari berbagai profesi atau partai politik yang berbeda.

Segala bentuk perbedaan itu, lanjutnya, jangan menjadi penghalang untuk saling bekerjasama dalam membangun daerah.

Agus menambahkan bahwa tahun ini akan banyak perhelatan politik, jadi pemuda harus pintar-pintar dalam menentukan keberpihakannya dan sebaiknya berpihak kepada kandidat yang berpeluang besar menang.

Namun, jika seandainya pemuda tidak mau berpihak dan tidak mau berpolitik, paling tidak harus memiliki wawasan politik. (T.KR-RY/F003)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026