
Gubernur Terima Penghargaan Penggagas Program Pendidikan Gratis

Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo menerima penghargaan sebagai penggagas program pendidikan gratis nasional dari Universitas Negeri Makassar (UNM).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UNM Prof Dr Arismunandar MPd pada Reuni Akbar alumni Institut Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Ujung Pandang dan UNM Makassar di Kampus Gunung Sari UNM, Makassar, Senin.
Pihak kampus juga memberikan sejumlah penghargaan kepada mantan rektor dan pembantu rektor serta penghargaan pendidikan kepada guru.
Ketua Ikatan Alumni IKIP/UNM Pusat Prof Dr Djaali mengharapkan ke depannya kualitas penyelenggaraan program pendidikan gratis terus meningkat.
Ia yang juga merupakan anggota Badan Standar Pendidikan Nasional yang menjadi penyelenggara Ujian Nasional (UN) mengatakan, selama ini Sulsel tidak pernah keluar dari urutan 10 provinsi terbaik dari sisi kelulusan UN.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan rasa bangganya, dari 100 ribu alumni yang telah dihasilkan oleh UNM sejak 50 tahun berdirinya hingga saat ini, 20 persen di antaranya tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
"Guru adalah komponen paling penting dalam proses pendidikan karena bersentuhan langsung dengan proses pendidikan tersebut," ujarnya.
Rektor UNM Prof Dr Arismunandar MPd menambahkan, sejak berdirinya sebagai Fakultas Keguruan di Universitas Hasanuddin, kampus yang menghasilkan alumni kurang lebih 5.000 orang per tahun ini telah berkembang dan memiliki 75 program studi termasuk tenaga non kependidikan.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang juga Ketua Dewan Penyantun UNM mengatakan, pendidikan dan ekonomi merupakan dua hal utama yang dapat menjadikan negara baik. "Keduanya tidak dapat dipisahkan, masyarakat akan semakin terdidik jika kondisi ekonominya baik dan untuk menyempurnakannya menjadi tantangan kita bersama dan tentu saja penopang utamanya adalah lembaga-lembaga pendidikan," jelasnya.
Provinsi Sulsel, sejauh ini telah mengucurkan anggaran sebesar Rp86 miliar melalui program beasiswa program pendidikan sarjana, doktor dan master baik di lembaga pendidikan dalam negeri maupun luar negeri.
Hal itu dilakukan karena pemerintah provinsi menyadari bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk menjawab berbagai tantangan di masa depan. "Mari kita jawab tantangan itu bersama-sama," ujarnya.
Sejumlah tokoh yang juga merupakan alumni UNM, turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Pusat Nurdin Halid, Anggora DPR-RI Tamsil Linrung dan Anggota DPRD Provinsi Sulsel Adil Patu.(T.KR-RY/N005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
