
Penerima Bantuan Ternak Sapi Protes Distanak Sulbar

Mamuju (ANTARA News) - Kelompok petani salaku penerima bantuan ternak sapi protes terhadap Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat, lantaran pengadaan ternak sapi tidak sesuai dengan pagu anggaran yang telah ada.
"Pengadaan ternak sapi yang dibiayai langsung dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) tahun 2011 telah ditetapkan pagunya sebesar Rp6,5 juta/ekor. Namun, ternak yang kami terima malah harganya ditaksir sekitar Rp3,5 juta/ekor,"kata, Wardiman salah seorang ketua kelompok penerima bantuan asal Kecamatan Tommo di Mamuju, Kamis.
Jadi kata dia, pengadaan ternak sapi yang dilaksanakan langsung oleh jajaran Distanak Sulbar ditengarai melanggar aturan karena melakukan pengadaan yang tak sesuai dengan pagu yang telah ada.
"Kita bisa bayangkan berapa kerugian negara yang ditimbulkan dari kegiatan pengadaan ternak tahun anggaran 2011. Intinya, kerugian negara itu sekitar 50 persen dari total pagu yang ada,"katanya.
Ia mengatakan, bantuan ternak sapi yang diberikan setiap kelompok tani sebanyak 35 ekor. Itu berarti, setiap kelompok tani penerima bantuan telah menimbulkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Wardiman mengatakan, pagu anggaran yang diperuntukkan untuk pengadaan ternak setiap kelompok tani nilainya tak kurang Rp200 juta.
"Jika saya hitung-hitung berapa total kerugian setiap penerima bantuan ternak sapi mencapai Rp95 juta,"jelasnya.
Karena itu kata dia, kelompok tani menuding bahwa Distanak Sulbar sangat tidak profesional dalam melaksanakan pengadaan ternak sehingga menyebabkan terjadinya dugaan kerugian negara.
Ia mengatakan, sebenarnya jika mengacu pada aturan maka pengadaan ternak itu dibebankan kepada setiap ketua kelompok tani penerima bantuan.
Namun, kata dia, pihak Distanak lagi-lagi mengambil alih pengadaan dengan dalih sistem pengurusannya akan rumit apabila pengadaan dikendalikan kelompok tani.
"Memang aliran dana bantuan langsung ke rekening ketua kelompok tani. Tetapi, dana itu kemudian dikembalikan ke Distanak Sulbar untuk melaksanakan pencairan pengadaan ternak.
Selain itu kata dia, ternak-ternak yang diberikan kepada kelompk tani juga banyak yang sakit-sakitan sehingga menyebebkan adanya ternak yang mati.
"Dari sekian ternak yang kami terima sudah ada tiga ekor yang mati. Ini karena ternak yang diberikan kepada petani tanpa melalui tes kesehatan alias ternak sakit,"ungkapnya.
Ia mengatakan, pihak Kejaksaan Negeri Mamuju diharapkan turun tangan untuk melakukan pemeriksaan terkait pengadaan ternak yang dilakukan oleh Distanak Sulbar.
"Saya yakin telah terjadi indikasi korupsi pengadaan ternak sapi tahun ini. Makanya, masalah ini harus ditindak melalui pemeriksaan oleh aparat hukum yang ada di daerah ini,"pungkasnya. (T.KR-ACO/S006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
