Logo Header Antaranews Makassar

Gula Rafinasi Luar Sulsel Marak Beredar

Jumat, 13 Januari 2012 17:31 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Gula rafinasi dari luar Sulawesi Selatan yang diperuntukkan bagi kalangan industri marak beredar di pasar tradisional.

Dari pantauan sejumlah pasar tradisional di Makassar, Jumat, seperti pasar terong, pasar Pannampu, dan pasar Pabaeng-baeng ditemukan beberapa pedagang menjual gula rafinasi dikemas dalam wadah plastik dengan takaran setengah kilogram hingga satu kilogram.

Salah satu pedagang, Hj Asnia di pasar terong mengaku, gula yang dipasarkan menjadi kebutuhan rumah tangga tak jarang dalam sehari bisa menghabiskan 20 karung dengan isi perkarungnya seberat 50 kilogram. Padahal, gula tersebut diperuntukkan untuk industri dan bukan pemakaian rumah tangga.

"Sudah biasa kami jual gula seperti ini, banyak permintaan dari pembeli. Alasan mereka gula lebih bersih dan putih dibanding gula yang dihasilkan Kabupaten Takalar dan Bone," ucapnya.

Tidak jauh berbeda, Abdul Aziz Jaya pedagang gula di pasar Pabaeng-baeng mengatakan gula rafinasi sangat laris dipasaran, meskipun dirinya mengetahui gula rafinasi hanya untuk digunakan di kalangan industri menengah.

"Permintaan tinggi dan lebih banyak pembeli membeli gula ini karena harga lebih murah dan terjangkau," katanya.

Dari beberapa gula rafinasi ditemukan berbagai merek seperti yang merek SUJ (Sentral Usahatama Jaya) dari Cilegonn, GKR (Gula Kristal Rafinasi) dari perusahaan PT Angel Products Bojonegoro dan beberapa lainnya asal luar Sulsel.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perdagangan dan Perindustrian nomor 527/MPT/KET/9/2004 disebutkan peredaran gula rafinasi hanya diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman termasuk farmasi, dan tidak diperuntukkan bagi rumah tangga.

Pemerintah Kota Makassar dan Sulsel dinilai lalai dalam hal pengawasan peredaran gula rafinasi di sejumlah pasar tradisional.

Sementara gula rafinasi Makassar Tene yang diproduksi di Makassar, Sulsel mulai berkurang dan lebih di dominasi gula rafinasi luar Sulsel. Padahal produksi gula rafinasi lebih besar dibanding gula yang didatangkan dari daerah lain.
(T.KR-DF/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026