Logo Header Antaranews Makassar

Diknas : Program SMIK Sulbar Pertama di Indonesia

Sabtu, 14 Januari 2012 15:10 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Dinas Pendidikan Nasional Sulawesi Barat, menyampaikan gagasan program pengembangan Sekolah Menengah Industri Kakao (SMIK) merupakan hal yang baru diterapkan dalam dunia pendidikan dan bahkan yang pertama di Indonesia.

"Program pengembangan pendidikan SMIK motivasinya tak lain guna mendukung program gerakan nasional peningkatan produksi dan mutu kakao (Gernas Kakao). Nah, kebetulan program ini dilahirkan di Sulbar dan menjadi ikon kebanggaan daerah ini,"kata Kepala Diknas Sulbar, H.Jamil Barambangi di Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, program pengembangan pendidikan SMIK berbasis lokal ini juga telah mendapat respon dari anggota komisi X DPR RI saat bertandang ke Mamuju pada awal tahun 2011.

"Anggota Komisi X DPR sangat mendukung program SMIK. Program ini juga bagian gagasan hasil kerjasama dengan Universitas Negeri Makassar (UNEM) dan pemprov Sulbar," katanya.

Ia menyampaikan, program pengembangan pendidikan SMIK saat ini masih dalam proses pembangunan gedung yang mulai dirintis sejak tahun 2011.

"Kita telah memulai tahap pembangunan gedung diatas lahan seluas delapan hektare. Areal pembangunan gedung SMIK memang membutuhkan lahan yang luas karena lahan untuk infrastruktur gedung saja membutuhkan lima hektare dan tiga hektare untuk kebutuhan pembangunan labolatorium, mesjid, asrama dan beberapa bagian pasilitas lainnya,"katanya.

Jamil mengatakan, pembangunan gedung tahap awal yang dibangun di daerah Tasiu Kecamatan Kalukku, Mamuju, masih menggunakan dana Anggaran Pendapatan belanja Daerah (APBD).

"Tahun ini pemprov Sulbar telah menyiapkan dana melalui APBD tahun 2012 sebesar Rp4 miliar yang dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan tuntas di tahun 2014,"ujar Jamil.

Ia mengatakan, untuk menuntaskan pembangunan gedung SMIK membutuhkan anggaran hingga Rp40 miliar.

Karenanya, dukungan anggaran pemerintah pusat sangat diharapkan agar proses percepatan pembangunan gedung bisa rampung dari apa yang telah ditargetkan.

"Kita yakin dengan hadirnya SMIK ini akan mampu melahirkan anak didik yang memiliki konpetensi atau ahli pada bidang pertanian kakao,"pungkasnya. (KR-ACO/Z003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026