
Stok Darah di Kendari Menipis

Kendari (ANTARA News) - Stok darah di unit transfusi darah rumah sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menipis sehingga hanya cukup untuk melayani permintaan lima hari ke depan.
Kepala Tata Usaha Unit Transfusi Darah PMI Kendari Nurhayati di Kendari, Senin, mengatakan, stok darah golongan A sebanyak 12 kantong, golongan B sebanyak sembilan kantong.
Selain itu, golongan O sebanyak 11 kantong dan golongan AB sebanyak lima kantong.
Meskipun stok golongan darah A cukup signifikan untuk memenuhi permintaan sepekan, katanya, bukan sebagai jaminan persediaan itu aman karena kebutuhan darah sulit diprediksi.
"Kebutuhan darah yang relatif tinggi adalah pasien kecelakaan lalu lintas, operasi, dan persalinan karena pasien yang menjalani perawatan tidak sama setiap hari sehingga kadang-kadang permintaan darah dalam jumlah besar atau sebaliknya minim," kata Nurhayati.
Unit Transfusi Darah PMI Kendari mendapat pasokan darah dari pihak yang menggelar kegiatan donor darah serangkaian dengan kegiatan seremoni instansi yang bersangkutan, sedangkan donor sukarela masih terbatas.
"Umumnya orang tidak bersedia mendonorkan darahnya karena khawatir kekurangan darah atau tertular penyakit, padahal sebaliknya bagi orang yang biasa mendonorkan darah akan sehat," katanya.
Ia menjelaskan, dengan mendonorkan darah maka orang akan lebih sehat karena terjadi pergantian sel-sel darah yang tidak produktif, sedangkan daya tahan tubuh lebih baik.
Ia menjelaskan, pasien pegawai negeri sipil dan pasien yang ditanggung jaring pengaman sosial tidak dibebankan biaya penggantian kantong darah sebesar Rp200 ribu per kantong. (T.S032/M029)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
