Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Majene Perlu Kader Auditor Keuangan

Minggu, 18 Maret 2012 21:58 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Bupati Majene Kalma Katta, mengungkapkan bahwa daerahnya memerlukan pengkaderan calon auditor untuk mengaudit sistem keuangan daerah yang dijalankan oleh seluruh perangkat pemerintahan.

Bupati Majene, di Majene, Minggu, mengatakan bukan hanya pemantapan terhadap auditor keuangan yang terdapat di Inspektorat Majene, daerah itu juga diharapkan memiliki kader penerus yang bisa memiliki keahlian dalam mengaudit keuangan daerah.

"Saya mengimbau kepada Inspekrut Inspektorat Majene terus membagikan ilmunya kepada bawahan untuk menciptakan terobosan sehingga mampu menemukan alternatif dalam penataan dan pengawasan sistem pengelolaan keuangan daerah," imbaunya.

Pertanggung jawaban laporan keuangan pemerintah merupakan prosedur penulusuran angka-angka dan analisis yang menjadi dasar bagi Inspektorat yang selanjutnya akan menentukan standar pada sistem keuangan daerah.

Kalma menuturkan, hal itu untuk menegaskan tidak adanya modifikasi material atas laporan keuangan yang disajikan berdasar Sistem Pengendalian Intern (SPI) sesuai Standar Akutansi pemerintahan (SAP).

Inspektur Inspektorat Majene, M Ramli mengatakan saat ini sumber daya yang dimiliki Inspektorat Majene belum memadai, untuk itu diperlukan bimbingan teknis sesuai yang diutarakan Kalma, sekaligus memenuhi kebutuhan daerah.

"Ini untuk menambah pengetahuan dan wawasan aparat pengawas Inspektorat dalam melaksanakan tugas sesuai PP Nomor 8 Tahun 2006 yang mewajibkan laporan keungan di reviu oleh aparat pengawasan internal pemerintah sebelum diserahkan ke BPK," terangnya.

Menurutnya, selain memberikan pemahaman kepada seluruh perangkat Inspektorat, dia juga mengatakan bahwa diperlukan dukungan anggaran yang memadai untuk memaksimalkan upaya pemerintah melalui pengelolaan keuangan yang tertib.

Dia juga mengharapkan seluruh perangkat Inspektorat untuk tidak berhenti mencari terobosan baru sehingga mampu menciptakan tatakelola keuangan yang lebih baik dari sebelumnya. Sekaligus mampu memberikan ukuran keberhasilan melalui predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).(T.KR-AHN/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026