Logo Header Antaranews Makassar

Oknum Brimob Makassar Diduga Terlibat Pengeroyokan

Jumat, 27 April 2012 16:50 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Sejumlah massa mendatangi gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mengutuk tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oknum Satuan Brimob Polda Sulsebar disertai preman pasca pertandingan Futsal di Makassar.

"Kami meminta kepada Kapolrestabes Makassar untuk segera melakukan tindakan kepada para pelaku penganiyaan yang diduga melibatkan oknum Brimob," kata Jenderal Lapangan Aliansi Rakyat Anti Kekerasan (Arak) Hasrul di Makassar, Jumat.

Tindakan kekerasan itu kata Hasrul, mengakibatkan tiga korban masuk rumah sakit dan masih dirawat intesif di Ruang ICU Rumah Sakit Bayangkara akibat penganiyaan usai pertandingan.

Kejadian penganiyaan terjadi pada Minggu (22/4) turnamen Futsal Karang Taruna jalan Cenderawasih Kecamatan Mamajang, Makassar. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang korban yakni Wahyu Permana kaharudin, Hidayat Saputra dan Aryan Pradipta.

Wahyu Permana Kaharuddin lanjutnya, mengalami luka berat dibagian wajah, kemudian Hidayat Saputra mengalami patah hidung dan pendarahan serta Aryan Pardipta tengah dirawat serius karena mengalami geger otak.

"Sekali lagi kami meminta Kapolrestabes melakukan tindakan penangkapan terhadap otak pelaku, termasuk menyelidiki dan mengungkap keterlibatan pengeroyokan yang diduga melibatkan oknum Brimob dan anak seorang pejabat di Makassar," sebutnya.

Ia mengungkapkan salah satu pengusaha bernama H Nasri manajer tim Futsal CA 18 terlibat dalam peristiwa itu. Pasalnya, tim Futsal CA 18 kalah dalam pertandingan melawan Tim Pinky Boys, kemudian melakukan penganiyaan.

"Kekerasan (H Nasri) telah mengancam nyawa saudara kami. Jika dalam tempo 3x24 jam tidak ditindaklanjuti dan polisi tidak mampu menyelesaikan serta menindaki pelaku, maka kami akan melakukan tindakan balasan," tandas mahasiswa UMI itu.

Anggota DPRD Sulsel Irwan Ince yang menerima aspirasi menyatakan segera menindak lanjuti persoalan ini karena melibatkan anggota Brimob.

"Aspirasi ini kami terima dan akan disampaikan ke Pimpinan. Kami juga akan mengudang pihak kepolisian dan pihak terkait untuk membahas masalah ini. Yang jelas tidak ada pengecualian dan harus diselesaikan," paparnya.

Ibu korban Suzanna Kaharuddin mengaku kecewa terhadap pihak kepolisian dalam hal ini Satuan Brimob Polda Sulselbar yang terlibat pengeroyokan terhadap kedua anaknya yakni Wahyu Permana Kaharuddin dan Hidayat Saputra.

"Ini tidak boleh dibiarkan. Polisi harus bersikap tegas kepada anggotanya yang terlibat, kalau perlu diberikan sanksi berat atau dipecat sekalian agar tidak lagi mempermalukan korps Polisi," tegas legislator DPRD Sulsel itu.

Dikonfirmasi terpisah H Nasri melalui telepon selularnya yang diduga sebagai otak dalam pengeroyokan itu enggan menjawab pertanyaan wartawan, begitupun saat di beri pesan pendek enggan mengubris pekerja pers.

Pihak Polrestabes Makassar melalui Wakil Kepala Unit (wakanit) Reskrim, Kompol Anwar mangatakan bahwa pelaku pengeroyokan di lapangan Futsal Cenderawasih sudah ditangkap, namun identitas masih dirahasiakan.

"Kami sudah menahan satu pelaku, tetapi belum bisa dibeberkan karena masih proses pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya termasuk anggota yang diduga oknum brimob,"katanya. (T.KR-DF/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026