
Baliho SYL Dibakar Simpatisan

Aksi pengrusakan dan pembakaran baliho SYL bertuliskan "Don't Stop Komandan" terjadi di Kabupaten Bone, Takalar, Luwu dan Kota Palopo.
Seperti di Kabupaten Bone, mereka mengatasnamakan pendukung Andi Cicang (ACC) kecewa lantaran Andi Irsal Galigo alias Cicang dari Partai Golkar yang sedianya diusung Partai Beringin Ridang ini ditolak di DPP Golkar Pusat dan memilih Andi Fashar Padjalangi sebagai calon Bupati Bone, ucap Koordinator ACC Andi Adri melalui telepon genggamnya Bone-Makassar..
Bahkan aksi ini, lanjutnya, dilakukan serentak pada 27 kecamatan di Kabupaten Bone, mereka sepakat tidak mendukung SYL dengan sebutan "Komandan" dengan cara merusak semua baliho yang sudah terpasang.
Pengrusakan dan pembakaran baliho Calon Gubernur Sulsel itu dimulai di Posko Induk Pemenangan SYL di jalan Gunung Jaya Wijaya, dan meluas ke berbagai tempat, Jumat siang.
Sebelumnya, pengrusakan dan pembakaran juga terjadi di Kabupaten Takalar. Hal itu dipicu karena pascakeluar surat rekomendasi dari DPP Golkar menujuk Burhanuddin Baharuddin sebagai Calon Bupati mengeser Natsir Ibrahim Rewa putra Bupati Takalar saat ini Ibrahim Rewa dari partai yang sama.
Hal ini membuat sejumlah suara SYL akan beralih ke kandidat lain disebabkan kekecewaan yang begitu besar yang dilampiaskan dengan cara merusak dan membakar baliho, padahal sebelumnya SYL sendiri yang meresmikan pemasangan baliho tersebut di beberapa daerah itu.
Pengurus DPD II Golkar Kabupaten Takalar Nawir Rahman usai dipanggil Ketua DPD I Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rumah jabatan gubernur menyatakan, pihaknya diinstruksikan agar segera melakukan rekonsiliasi di tubuh partai.
"Kami datang melaporkan serta menyampaikan adanya perlawanan sekelompok kader. Jelas keputusan partai harus tunduk dan patuh. Kami diinstruksikan melakukan rekonsiliasi meskipun tidak secara formal kepada seluruh kader," paparnya
Ketua DPD I Golkar Sulsel, Syahrul Yasin limpo saat dimintai komentar terkait dua kabupaten Bone dan Luwu kisruh merusak dan membakar baliho, dirinya berharap agar golkar disana tetap tenang menghadapi masalah yang menguncang partainya.
"Ada proses dinamika dan semua harus jalan dan saya berharap mereka menyatu. Biarkanlah dulu ada eforia dan ada yang marah disana, tetapi belum waktunya dilakukan rekonsiliasi. Keputusan DPP Golkar tetap tidak bisa dirubah," tandasnya. (T.KR-DF/M009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
