Logo Header Antaranews Makassar

Gubernur : Pesparawi Adalah Penantian Panjang Masyarakat Sultra

Rabu, 4 Juli 2012 13:57 WIB
Image Print

Kendari (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam, mengatakan, menjadi tuan rumah pelaksanaan pesta paduan suara gerejawi (pesparawi) di Sultra, merupakan penantian panjang bagi masyarakat Sultra, khususnya masyarakat umat kristiani.

"Rasa haru bagi kami, akhirnya mimpi itu telah tercapai, Sultra kini menjadi tuan rumah Pesparawi ke-X," kata Nur Alam, saat memberikan pidato pada pembukaan Pesparawi Nasional X di Kendari, Selasa malam (3/7).

Ia mengatakan, Pespawawi ini menjadi sarana ibadah dan dakwah bagi umat kristiani melalui pesa-pesan kebenaran dalam kidung-kidung kerohanian gerejawi.

Nur Alam, mengatakan, kegiatan ini akan menambah rasa persaudaraan antara seluruh umat beragama bahwa perbedaan agama itu jangan menjadi sumber konflik, tetapi harus menjadi perekat persatuan.

"Pesparawi bukan lagi menjadi milik umat kristiani, tetapi sudah menjadi budaya bangsa yang harus kita sukseskan setiap pelaksanaannya," kata Nur Alam.

Sultra kata Nur Alam, telah menunjukan persaudaraan antar umat beragama, karena meskipun kegiatan ini bernuansa kristiani, tetapi 90 persen personil panitia adalah beragama muslim.

"Ini menjadi bukti, bahwa perbedaan itu adalah perekat persaudaraan. Karena semua agama mengajarkan kebenaran kepada umatnya," katanya.

Kegiatan yang berlangsung dari 3-9 Juli 2012 ini, dibuka langsung oleh Menko Kesra, Agung Laksono dan dihadiri pula Menteri Agama, Surya Dharma Ali.

Jumlah keseluruhan peserta inti dari 33 provinsi sebanyak 5600 orang, diluar dari peserta penggembira yang tersebar pada 70 lokasi penginapan terdiri 62 hotel, empat kantor Diklat dan empat kantor penghubung.

Pembukaan kegiatan tersebut, dimeriahkan dengan penampilan tarian kolosal yang dimainkan 350 putra-putri Sultra dari berbagai lintas agama. (T.pso-299/E001)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026