
Pemprov Sulbar Evaluasi Alkes RS Regional

Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam waktu dekat akan mengevaluasi alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit regional untuk optimalisasi pelayan kesehatan di daerah itu.
"Dalam waktu dekat atau pertengahan Ramadhan kami akan melakukan evaluasi terhadap alkes. Ini penting untuk mengetahui apakah pengadaan alkes selama ini telah sesuai standar," kata Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Jumat.
Menurut gubernur, pengadaan alkes selama ini telah menghabiskan anggaran bernilai milaran rupiah.
Karena itu, kata dia, perlu dilakukan peninjauan untuk melihat secara langsung kondisi alkes di RS Regional.
"Alkes harus memenuhi standar, apalagi RS Regional ditargetkan menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan di daerah ini," kata dia.
Ia juga meminta pengadaan alkes di RS regional mendapat pengawasan dari aparat hukum.
"Penagawasan pengadaan alkes dari aparat hukum tentu akan memberikan implikasi positif karena pihak rekanan yang memenangkan proyek pengadaan alkes tidak akan main-main," katanya.
Anwar mengatakan, memasuki periode kedua setelah terpilih menjadi gubernur, dirinya tetap berkonsentrasi memperbaiki layanan kesehatan bahkan bertekad menjadikan RS Regional bisa terakreditasi minimal pada 2014.
"Memang benar, RSUD Regional yang menjadi cikal-bakal sebagai RS rujukan di Sulbar belum mendapat pengakuan akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ini juga harus dimaklumi karena provinsi ini baru berusia kurang lebih 9 tahun," kata Anwar.
Menurut gubernur, untuk mendapatkan status terakreditasi maka butuh proses panjang khususnya melengkapi segala yang dipersyaratkan seperti tenaga medis maupun peralatan di RSUD Regional.
"Pemprov Sulbar sekarang terus melakukan berbagai upaya agar RSUD Regional bisa terakreditasi, minimal dua tahun ke depan dari sekarang pusat layanan medis itu akan mendapatkan akreditasi," katanya. (T.KR-ACO/E005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
