
Manado Perlukan Fly Over Atasi Kemacetan

Manado (ANTARA News) - Guna mengatasi masalah kemacetan arus lalulintas dalam kota Manado, ibukota Propinsi Sulawesi Utara (Sulut), diperlukan pembangunan fly over (jalan layang) menyusuri sungai Tondano.
Perkembangan Kota Manado sejak beberapa tahun terakhir ini begitu pesat, antara lain ditandai tingkat kemacetan arus lalu lintas yang semakin sering terjadi pada pusat-pusat perkotaan, kata Pelaksana tugas (Plt) Walikota Manado, Abdi Buchari, di Manado, Selasa.
Menurut Buchari, saat ini terjadi lonjakan kendaraan angkutan dalam kota (angkot) yang sangat signifikan, beberapa tahun lalu hanya 3.000 unit dan sekarang meningkat menjadi sekitar 5.000 unit, belum ditambah kendaraan plat hitam dan kendaraan roda dua.
Keadaan kendaraan sebanyak itu telah membuat ruas-ruas jalan utama, misalnya Jalan Martadinata, Sudirman, Sam Ratulangi dan Ari Lasut menjadi langganan macet sejak pagi hingga menjelang malam.
Pemikiran atau idea pembangunan fly over tersebut akan dibahas dalam seminar bersama kalangan perguruan tinggi serta berbagai pihak terkait di kota tersebut untuk dikaji lebih mendalam, kata Buchari.
Pembangunan fly over itu memang membutuhkan dana cukup besar, maka perlu dipikirkan sumber anggaran dari pemerintah pusat dan daerah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan APBD Propinsi Sulut maupun Kota Manado.
Disamping itu juga terbuka investasi dari kalangan pihak swasta untuk secara bersama-sama membangunan jalan tersebut, kata Buchari.
Dia mengatakan fly over tersebut bisa menjadi jalan tol sehingga dapat memberikan kontribusi seperti di Pulau Jawa.
(T.K005/A034)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
