
Pemprov Sulbar Santuni Korban Banjir

Mamasa, Sulbar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, ikut memberikan santunan masing-masing Rp10 juta untuk korban meninggal dan Rp5 juta bagi korban yang mengalami luka-luka akibat bencana banjir bandang dan longsor di Desa Batanghuru Timur, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa.
"Kami telah menyaipkan bantuan berupa uang santunan bagi keluarga korban. Bantuan ini diberikan untuk digunakan para keluarga korban pada proses pemakaman," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamasa, Minggu.
Menurutnya, bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi 28 November lalu ini murni karena bencana alam. Karena itu, bagi keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya untuk tetap bersabar menerima cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa.
"Tak seorang pun yang menghendaki datangnya bencana. Musibah yang telah merenggut 14 korban jiwa dan dua masih hilang serta dua lainnya masih dirawat di Puskesmas ini, telah menggugah hati kita semua,"katanya.
Gubernur menyampaikan, bencana banjir di Desa Batanghuru ini sudah yang ketiga kalinya terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan peristiwa saat ini terparah karena paling banyak menelan korban jiwa.
Karena itu kata dia, dirinya akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk pemkab Mamasa, untuk dilakukan rencana relokasi pemukiman warga.
"Pemerintah berencana merelokasi pemukiman penduduk di sekitar bantaran sungai ini. Tetapi, saat ini kami masih fokus untuk penanganan bencana karena masih ada dua orang yang belum ditemukan,"ujarnya.
Dalam kesemepatan itu, Bupati Mamasa, Ramlan Badawi, mengatakan pencarian korban akan dilakukan hingga tujuh hari pascabencana banjir yang terjadi pada 8 November.
"Jika petugas belum mendapatkan sisa korban hingga tujuh hari pascabencana, maka dengan sangat menyesal kami terpaksa hentikan. Ini sudah menjadi acuan yang telah ditentukan pemerintah tentang penanganan bencana,"ungkap Ramlan.
Ramlan menyampaikan, bencana banjir yang melanda daerahnya cukup mengejutkan karena jumlah korban yang jatuh sangat besar.
"Kami atas nama keluarga dan pemerintah tentu ikut merasakan duka yang mendalam. Musibah bencana banjir yang datang secara tiba-tiba itu membuat sebagian pemukiman penduduk porak-poranda,"katanya.
Dia mengatakan, semua tim yang melakukan penanganan bencana baik TNI maupun Polri, Basarnas dan berbagai organisasi kemanusiaan lainnya telah bekerja optimal.
"Bumi Kondosapata Mamasa sangat berduka atas kejadian ini. Banyak anak-anak menjadi yatim dan adapula satu anggota keluarga tewas dalam kejadian itu,"urainya.
Pada saat ini kata dia, seluruh mayat yang ditemukan telah disemayamkan di rumah duka dan akan dikebumikan sesuai dengan prosesi adat dan keyakinan agama.
Mengenai jumlah kerugian kata dia, belum dapat ditaksir karena masih dilakukan pendataan oleh tim penaggulangan bencana daerah.
"Jumlahnya pasti tidak sedikit karena dua rumah dinyatakan rata dengan tanah dan lima rumah lainnya mengalami rusak berat dan ringan,"pungkasnya. (T.KR-ACO/N001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
