Logo Header Antaranews Makassar

Harga Ikan Basah di Majene Melambung

Minggu, 13 Januari 2013 07:45 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Harga ikan basah yang dijual pedagang tradisional di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, melambung dan menjadi mahal seiring kurangnya pasokan ikan hasil tangkap nelayan dalam sepekan terakhir.

Irawati (42), salah seorang ibu rumah tangga warga Lingkungan Tanjung Batu, Kelurahan Binanga, Kecamatan Banggae, Majene, Minggu mengatakan, harga ikan basah yang dijual para pedagang di pasar menjadi mahal dibandingkan sepekan yang lalu.

Menurutnya, selain harga ikan mahal, pasokan ikan basah dari nelayan juga berkurang, sehingga memicu harga kebutuhan ini menjadi sangat mahal.

"Meski harga ikan yang dijual semakin mahal, terpaksa kami tetap membeli untuk memenuhi kebutuhan di rumah," kata dia.

Ia mengatakan, ikan segar yang dijual oleh pedagang sangat terbatas setelah cuaca buruk yang terjadi sejak sepekan ini.

"Nelayan memilih berhenti melaut karena kondisi cuaca buruk melanda perairan Sulbar sejak sepekan ini. Makanya, harga ikan basah pun melonjak dua kali lipat,"ungkapnya.

Jika sebelumnya ikan cakalang masih dapat dibeli dengan harga Rp15.000/enam ekor, maka sekarang ini kita dipaksa membeli dengan harga Rp30.000/enam ekor.

Hal senada dikatan Herlina, juga mengeluhkan meroketnya harga ikan yang dijual oleh para pedagang sejak sepekan terakhir.

"Dari pada saya membeli ikan dengan harga mahal, lebih baik kami membeli ayam potong untuk dikonsumsi keluarga di rumah," kata dia.

Ia mengatakan, harga ikan saat ini tidak jauh berbeda dengan harga satu ekor ayam potong dengan kisaran Rp40.000/ekor, sementara harga ikan saat ini jenis ikan Layang mencapai Rp30.000/enam ekor.
(T.KR-ACO/M019)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026