
6.000 Saksi Pelatihan di GOR Mattoanging

Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 6.000 orang lebih saksi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin-Azis Qahhar Muzakkar (IA) mengikuti pelatihan di Gedung Olahraga Mattoanging (GOR) Makassar.
"Pelatihan saksi ini penting kami lakukan sebelum hari H pencoblosan 22 Januari 2013 dimana setiap orang saksi diberikan pembekalan untuk mengantisipasi kecurangan di setiap tempat pemungutan suara (TPS)," ujar Ilham Arief Sirajuddin di Makassar, Sabtu.
Dalam pelatihan saksi itu, Ilham yang juga Wali Kota Makassar mengimbau kepada seluruh saksinya agar memperhatikan secara seksama proses pemungutan suara baik sebelum maupun setelahnya, bahkan saat sedang rekapitulasi suara.
Penguatan saksi harus dilakukan karena kemungkinan adanya kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel yang akan menggunakan segala cara untuk memenangkan pilkada ini, termasuk menggunakan cara-cara curang.
"Semua saksi-saksi kami antusias mengikuti pelatihan ini karena pertemuan ini juga sebagai langkah pemantapan koordinasi jika pada hari H ditemukan adanya kecurangan karena jekkong (curang-Bahasa Makassar) itu nyata dan biasa dilakukan oleh kandidat tertentu," katanya.
Pembekalan kepada 6.000 orang saksi ini hanya akan bertugas di kota Makassar karena pelatihan serupa juga dilaksanakan di seluruh daerah untuk mengantisipasi kecurangan.
Dalam pidatonya, pasangan nomor urut satu itu mengatakan, saksi IA harus serius mengawal pencoblosan agar rencana jekkong (curang) oknum tertentu bisa digagalkan.
"Kalau ada yang curang, hadapi dengan segala macam cara, saya ikut mendukung langkah saudara jika menghadang orang lain agar tidak curang," ucapnya.
Ilham yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel itu mengimbau saksi IA agar mengerahkan semua kekuatan jika menemukan keganjilan saat jelang dan proses di TPS berlangsung serta hingga rampung rekap suara.
"Galang kekuatan, awasi distribusi kartu pemilih, pemungutan suara hingga perhitungan dan kawal rekapitulasi. Karena semua itu menjadi celah bagi orang lain untuk melakukan kecurangan," tegasnya. ***1***
(T.KR-MH/B/F003/F003) 19-01-2013 21:24:47
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
