Logo Header Antaranews Makassar

BPBD : Logistik di Sulteng Cukup Tersedia

Kamis, 7 Februari 2013 14:38 WIB
Image Print

Palu (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mengklaim masih memiliki sejumlah logistik dalam jumlah memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jika terjadi bencana alam.

Kepala BPBD Sulteng Bartholomeiun Tandigala di Palu, Kamis, mengatakan di gudang masih tersedia berbagai kebutuhan makanan dan logistik lainnya.

"Begitu pula stok yang ada di gudang-gudang logistik BPBD di kabupaten dan kota," katanya.

Selain logistik, BPBD Sulteng juga didukung dengan sejumlah kendaraan operasional untuk penanggulangan bencana alam seperti mobil dapur umum, penyediaan air bersih, serba guna dan ambulans.

Menurut dia, semua kendaraan operasional tersebut selama 24 jam ada di Kantor BPBD Sulteng dan sewaktu-waktu dapat digunakan bila terjadi bencana alam di daerah-daerah.

Ia mengemukakan Sulteng termasuk daerah rawan bencama alam seperti banjir, longsor dan juga gempa bumi.

Karena itu, Bartholomeus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada pada saat musim hujan.

Apalagi di Sulteng sangat banyak sungai-sungai yang dekat dengan pemukiman masyarakat. Masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai perlu lebih waspada karena sewaktu-waktu terancam banjir.

Selain itu kondisi tanah di semua wilayah di Sulteng labil sehingga mudah longsor saat curah hujan tinggi.

Pada 2012, sejumlah bencana terjadi di Sulteng. Pertama gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter menggunacang tiga kecamatan di Kabupaten Sigi pada 18 Agustus 2012.

Tercatat beberapa warga meninggal dunia dan puluhan luka-luka serta ratusan rumah penduduk serta sekolah dan rumah ibadah hancur.

Berikutnya bencana alam banjir bandang menghajar Kecamatan Parigi Selatan di Kabupaten Parigi Moutong pada 25 Agustus 2012.

Bencana banjir bandang itu mengakibatkan dua warga meninggal dunia, ratusan rumah rusak berat dan ratusan hektare sawah terendam banjir.

Bahkan satu buah jembatan pada jalur Trans Sulawesi di Desa Boyantango, Kecamatan Parigi Selatan, hanyut terseret banjir bandang. (Editor : Farochah)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026