
Turun, Penerima Raskin di Bantaeng

Bantaeng, Sulsel (Antara News) - Warga penerima beras miskin (raskin) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sejak tahun 2012 mengalami penurunan dan tahun 2013 akan semakin menurun, kata Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemkab Bantaeng Ratna Lantara di Bantaeng, Jumat.
Berdasarkan kajian data penerima raskin sesuai dengan data program Pendataan Perlindungan Sosial (PPLS) Badan Pusat Statistik (BPS) Bantaeng 2008 jumlah penerima raskin Rumah Tangga Sasaran Penerimaan Manfaat (RTS-PM) di Bantaeng terus mengalami penurunan.
Penerima raskin Juni-Desember 2012 dibanding dengan calon penerima tahun 2013 mengalami penurunan, sekitar 475 kepala keluarga (KK).
Periode Januari-Mei 2012, penerima raskin sebanyak 17.700 RTS-PM, selanjutnya periode Juni-Desember 2012 turun menjadi 11.475 RTS-PM.
Jika dikalkulasikan, pergeseran angka penerima raskin sekitar 6.000 RTS-PM. Kemudian pada tahun 2013, penerima raskin kembali akan menurun. Jumlah penerima raskin tahun 2013 tercatat sebanyak 11.005 RTS-PM.
"Pemda hanya menerima data dari PPLS BPS 2008. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) data jumlah penerima raskin sudah harga mati dari pusat. Jika tahun 2013 kembali berkurang, akan dikembalikan ke TNP2K. Data BPS menyebutkan jika angka kemiskinan memang sudah berkurang," katanya.
Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan DPRD Bantaeng, Anas Hasan mengaku akan melakukan rapat dengar pendapat dengan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Bantaeng dan BPS Bantaeng, untuk melihat tabulasi jumlah orang miskin di Kabupaten Bantaeng.
"kami akan mengagendakan pemanggilan kepada Dinsosnakertrans dan BPS pekan depan. Kami ingin mendengar pendapat kedua instansi tersebut soal penurunan raskin," ucapnya.
Menurut dia, Pemda saat ini menginformasikan ke publik jika pendapatan perkapita masyarakat Bantaeng sudah sekitar Rp12,2 juta per tahun. Jumlah penerima raskin di Bantaeng tahun 2010 sebanyak 22.815 KK. Sementara jumlah KK di Bantaeng sebanyak 43.413 KK.
Angka tersebut perlu dibuktikan kebenarannya sebab peningkatan income pendapatan masyarakat Bantaeng yang di klaim pemerintah yakni Rp12,2 juta per tahun, ujarnya. (Fredrich C.kuen)
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
