Logo Header Antaranews Makassar

Sibly Sahabuddin Batal Bergabung Dengan PKB Sulbar

Minggu, 10 Maret 2013 13:11 WIB
Image Print

Mamuju (Antara News) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Sulawesi Barat KH Sibly Sahabuddin batal bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di daerah itu.

"Niat KH Sibly Sahabuddin yang sebelumnya akan bergabung dengan PKB Sulbar akhirnya batal dan itu sudah disampaikan beliau dengan berbagai pertimbangan," kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PKB Sulbar Yahya Hanafi di Mamuju, Minggu.

Menurut dia, KH Sibly Sahabuddin yang merupakan Ketua PW Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Sulbar, sebelumnya akan menjadi calon anggota DPR RI diusung PKB.

"Niat itu sangat kami sambut baik karena akan membuat massa NU di Sulbar akan semakin mendukung dan memenangkan PKB di Pemilu 2014," katanya.

Ia mengatakan, seandainya saja Kyai Sibli bersedia bergabung maka sudah dipastikan PKB Sulbar akan meraih satu kursi DPR RI pada daerah pemilihan Provinsi Sulbar di Pemilu 2014 dengan mulus.

"Sayangnya niat itu batal, karena KH Sibly Sahabuddin akhirnya kembali memilih maju sebagai calon anggota DPD Sulbar pada pemilu 2014 mendatang," katanya.

Menurut dia, meski KH Sibly Sahabuddin batal bergabung dengan PKB, namun PKB di Sulbar tetap optimistis meraih satu kursi di DPR-RI karena masih memiliki figur lain yang dianggap akan mampu mendulang suara hingga mendapatkan satu kursi di DPR RI nanti.

"Nanti pada waktunya akan diumumkan siapa yang akan dijagokan PKB Sulbar untuk diusung menjadi calon anggota DPR RI pada pemilu nanti, yang jelas akan mampu meraih suara signifikan untuk meraih satu kursi DPR RI," katanya.

Ia mengatakan, di Sulbar sendiri PKB telah menargetkan suara 15 persen dan juga menargetkan delapan kursi di tingkat DPRD Provinsi Sulbar serta satu kursi DPR RI

"Target itu dicapai dengan meningkatkan konsolidasi partai serta pembentukan tim pemenangan dari tingkat provinsi sampai tingkat kelurahan/desa," katanya. (Editor : S Muryono)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026