
Dewan Pendidikan Minta Majene Buat Konsep Pendidikan

Majene, Sulbar (ANTARA Sulsel) - Dewan Pendidikan Majene meminta kepada Pemerintah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, agar segera membuat konsep secara sistematik terkait program pembangunan pendidikan di wilayah itu.
"Saya menilai Pemkab Majene belum memiliki konsep yang jelas untuk menjadikan daerah ini sebagai kiblat pendidikan di Sulbar," kata Sekretaris Dewan Pendidikan Majene, Jainuddin dalam acara "coffee morning" bersama pimpinan DPRD Sulbar di Majene, Minggu.
Menurut dia, komitmen para pejuang pembentukan Provinsi Sulbar cukup jelas yakni menjadikan daerah Majene sebagai pusat pendidikan.
Namun, ujar dia, hingga 10 tahun daerah ini menjadi DOB (Daerah Otonom Baru) berpisah dari Provinsi Sulsel, pemkab Majene belum memiliki konsep jelas untuk menjadikan daerah ini sebagai pusat pengembangan pendidikan.
"Saya rasa semua pihak memiliki niat yang sama untuk menjadikan Majene sebagai kota pendidikan. Tetapi saya anggap upaya Pemkab Majene selama ini hanya retorika belaka sebab belum ada metode yang sistematik untuk menjadikan daerah ini sebagai kota pendidikan," ujar mantan anggota DPRD Majene ini.
Dia menuturkan dewan pendidikan telah beberapa kali merekomendasi untuk menjadikan Majene sebagai kota pendidikan, namun sampai sekarang ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Majene belum memberikan tanggap yang jelas.
Jainuddin juga prihatin karena delapan standar minimal pembangunan pendidikan di Kabupaten Majene sama sekali jauh dari angka 50 persen.
Karena itu, kata dia, perlu ada langkah kongkrit untuk mempercepat langkah menjadikan Majene kota pendidikan.
"Harusnya kita membentuk tim kalaborasi antara pemprov dan Pemkab Majene untuk percepatan menjadikan Majene sebagai pusat pendidikan," ungkapnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Sulbar, Arifin Nurdin menyampaikan, daerah Majene telah disepekati untuk menjadi pusat pendidikan di daerah ini.
"Selama ini kami telah berjuang keras agar Majene segera diwujudkan menjadi pusat pendidikan. Ini harus kita wujudkan sebagai komitmen awal perjuangan pemekaran Sulbar," ungkapnya.
Arifin menyampaikan, selama ini pemerintah terkesan tidak tulus menjadikan Majene sebagai pusat pendidikan.
"Saya anggap upaya pemerintah tidak tulus menjadikan Majene sebagai pusat pendidikan. Hal ini saya rasakan selaku wakil ketua DPRD Sulbar selama dua periode," ujarnya.
Namun demikian, kata dia, perjuangan akan terus dilakukan hingga kelak mimpi dan cita-cita itu bisa diwujudkan untuk menjadikan Majene kiblat pendidikan di Sulbar.
Editor : Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
